Feature

Sekantong Sayur, Sejumput Harapan: Cara Unik SMK Pemuda Krian Memikat Hati Calon Siswa

30
×

Sekantong Sayur, Sejumput Harapan: Cara Unik SMK Pemuda Krian Memikat Hati Calon Siswa

Sebarkan artikel ini
Tim PPDB SMK Pemuda saat membagikan paket sayur mayur kepada wali peserta didik SMP Meka, Sabtu (4/1/2025). (Tagar.co/Inggar Tri Agustin Mawarni)

“Lebih dari sekadar promosi, kami ingin berbagi kebaikan dan menunjukkan bahwa SMK Pemuda peduli dengan asupan gizi masyarakat.”

Tagar.co – Sabtu (4/1/2025) pagi itu, suasana di SMP Muhammadiyah 6 Krian (SMP Meka) sedikit berbeda. Di tengah kerumunan orang tua yang menanti rapor putra-putri mereka, sebuah tenda biru bertuliskan “SMK Pemuda – Islamic Progressive School” berdiri tegak. Bukan brosur atau spanduk biasa yang dibagikan, melainkan kantong-kantong berisi sayuran segar yang siap diolah. Pemandangan tak biasa ini sontak mencuri perhatian dan mengundang senyum.

Ya, hari itu Tim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Pemuda Krian tengah beraksi. Dengan mengusung konsep berbagi, mereka membagikan 300 paket sayur-mayur gratis kepada wali murid, guru, dan karyawan SMP Meka. Di dalam setiap kantong, terdapat wortel, kangkung, tomat, kentang, jagung, dan kacang panjang, dilengkapi bumbu masak instan—sebuah kejutan kecil yang bermakna besar.

Baca juga: Heboh! Penerimaan Rapor SMP Meka Dibanjiri Paket Sayur-mayur Segar

Di bawah naungan tenda, Inang Ayu, S.Pd., Ketua Tim PPDB SMK Pemuda, dengan cekatan menyerahkan kantong-kantong sayur kepada para orang tua. Senyumnya merekah, secerah warna-warni sayuran yang dibagikannya.

Baca Juga:  Dari Raker ke Aksi Sosial, IPM SMK Pemuda Krian Perkuat Peran Pelajar Muhammadiyah

“Lebih dari sekadar promosi, kami ingin berbagi kebaikan dan menunjukkan bahwa SMK Pemuda peduli dengan asupan gizi masyarakat, khususnya di momen penting seperti pembagian rapor ini,” ungkap Inang penuh semangat.

Inggar Tri Agustin Mawarni, M.Pd., As Anthsori, S.Pd., dan Fransy Herani, S.Pd., anggota tim PPDB lainnya, turut sibuk melayani. Tangan-tangan mereka terampil memindahkan kantong sayur, diselingi sapaan hangat dan obrolan ringan. Suasana guyub pun tercipta, sehangat mentari pagi.

“Senang sekali, surprise! Tidak menyangka dapat sayur gratis,” ujar Aniwati, S.Pd., salah satu guru SMP Meka, sambil menerima sekantong sayur. “Ini sih bisa langsung dimasak untuk makan siang nanti. Terima kasih SMK Pemuda,” imbuhnya dengan senyum sumringah, menatap bungkusan di tangannya.

Tim PPDB SMK Pemuda yang bertugas di stan, Sabtu (4/1/2025). (Tagar.co/Inggar Tri Agustin Mawarni)

Cerita di Balik Peristiwa

Namun, di balik keceriaan itu, ada cerita tentang kerja keras dan dedikasi. Sehari sebelumnya, tim PPDB SMK Pemuda telah berjibaku menyiapkan 300 paket sayur. Mulai dari berburu sayur mayur segar di pasar, hingga begadang hingga pukul 22.00 WIB untuk mengemasnya.

Baca Juga:  Demokrasi Pelajar di SMK Pemuda Krian, Lima Kandidat Berebut Amanah Ketua Umum IPM

Wiji Bunga Asri, S.Pd., yang turut serta dalam tim, mengenang kesibukan itu. “Capek juga, sih. Bayangkan, 300 paket! Tapi, rasa lelah itu hilang ketika melihat antusiasme orang tua tadi pagi,” kenangnya, matanya berbinar. “Ini pengalaman pertama kami, dan rasanya luar biasa. Semoga kegiatan sederhana ini bisa menginspirasi, tidak hanya untuk promosi sekolah, tapi juga untuk berbagi kebaikan,” ungkapnya, Kamis (9/1/25).

Lebih dari sekadar strategi pemasaran, aksi bagi-bagi sayur gratis ini adalah cerminan dari nilai-nilai yang diusung SMK Pemuda Krian: kepedulian, kreativitas, dan semangat berbagi. Sebuah cara unik untuk memperkenalkan sekolah, sekaligus menyentuh hati masyarakat.

Harapannya, dengan kolaborasi yang apik antara SMK Pemuda dengan SMP Meka ini, akan semakin banyak siswa yang tertarik untuk bergabung dengan SMK Pemuda Krian dan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap sesama. Di hari itu, di SMP Meka, sekantong sayur tak hanya menjadi santapan bergizi, tetapi juga simbol harapan dan kebersamaan. (#)

Baca Juga:  Umsida Hadirkan Smart Trainer PLTS di SMK Pemuda Krian, Siswa Dilatih Kuasai Energi Masa Depan

Jurnalis Tri Agustin Mawarni Penyunting Mohammad Nurfatoni