FeatureUtama

Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan Sabtu, 1 Maret 2025

122
×

Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan Sabtu, 1 Maret 2025

Sebarkan artikel ini
Muhammadiyah menetapkan puasa Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sementara Idul Fitri 1 Syawal 1446 H pada Ahad, 30 Maret 2025.
Penetapan puasa Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha 1446 H/2025 M berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Tahun 2025 ini awal puasa Ramadan bisa jadi sama. Tapi Idul Fitri kemungkinan berbeda. Ini menurut Kalender Hijriah Global Tunggal.

Tagar.co – Muhammadiyah menetapkan puasa Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sementara Idul Fitri 1 Syawal 1446 H pada Ahad, 30 Maret 2025.

Penetapan itu berdasarkan hisab yang hasilnya tercantum dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diluncurkan Muhammadiyah pada 1 Muharam 1446 Hijiriah lalu.

Dengan demikian puasa Ramadan 1446 H menurut KHGT sebanyak 29 hari.

Jika melihat kalender umum yang banyak beredar, awal Ramadhan bisa jadi sama Sabtu, 1 Maret 2025. Hanya Idul Fitri yang berbeda. Di kalender tercantum jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Ketua Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum PP Muhammadiyah, Edy Kuscahyanto, menjelaskan, penetapan tanggal-tanggal tersebut didasarkan pada perhitungan ijtimak yang akurat dan tepercaya, merujuk pada data astronomi global.

”Penggunaan KHGT memberikan kepastian dan menghilangkan keraguan di kalangan umat Islam terkait penentuan awal bulan-bulan penting dalam kalender Hijriah,” kata Edy Kuscahyanto dalam keterangan persnya, Selasa (7/1/2025).

Baca Juga:  Salat Idulfitri 20 Maret 2026, Muhammadiyah Situbondo Siapkan 15 Lokasi

Detail perhitungan ijtimak dalam KHGT yang menjadi dasar penetapan Ramadhan dan Syawal adalah ijtimak akhir bulan Syakban 1446 H terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 00:44:38 GMT.

Setelah melalui proses perhitungan yang mempertimbangkan posisi hilal dan kriteria imkanur rukyat (kemungkinan melihat hilal), maka disimpulkan bahwa awal Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Data yang dirujuk menunjukkan bahwa pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 14:43:34 GMT di Kota Ais Yaman, posisi hilal teramati dengan ketinggian (T) 5° 42′ 57″ dan elongasi (E) 8° 00′ 22″.

Data ini memenuhi kriteria imkanur rukyat yang telah ditetapkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Perhitungan sama juga dilakukan dengan merujuk pada waktu di New Zealand, menunjukkan konsistensi data dan validitas perhitungan.

Sementara awal Syawal 1446 H ijtimak akhir bulan Ramadan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, pukul 10:57:38 GMT.

Berdasarkan perhitungan imkanur rukyat di Kota Shamattawa Manitoba Kanada, di mana posisi hilal teramati dengan ketinggian (T) 6° 03′ 50″ dan elongasi (E) 8° 18′ 04″ pada Ahad, 30 Maret 2025 pukul 00:43:03 GMT, maka awal Syawal 1446 H yang menjadi Hari Raya Idul Fitri ditetapkan pada Ahad, 30 Maret 2025.

Baca Juga:  Puasa sebagai Perisai Diri

KHGT juga menetapkan awal Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Maka Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah akan dirayakan pada Jumat, 6 Juni 2025, dan puasa Arafah dilaksanakan pada Kamis, 5 Juni 2025.

Menurut dia, pemakaian KHGT adalah langkah strategis untuk meningkatkan akurasi dan konsistensi dalam penetapan awal bulan kamariah.

Dia menerangkan, KHGT merupakan hasil kajian mendalam dan komprehensif dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang telah mempertimbangkan berbagai faktor ilmiah dan metodologi.

Dia menuturkan, penetapan ini telah melalui proses kajian yang panjang dan matang, melibatkan para ahli astronomi dan pakar hisab di lingkungan Muhammadiyah. (#)

Jurnalis Nelly Izzatul  Penyunting Sugeng Purwanto