
Di bawah langit malam yang menyimpan ribuan cerita, ada satu pesan yang ingin disampaikan. Di balik diam, ada jiwa yang berteriak meminta keadilan, menyerukan dunia tanpa perundungan.
Tagar.co – Aula SMP Muhammadiyah 6 Krian (SMP Meka) Sidoarjo, Jawa Timur, bergemuruh oleh semangat dan antusiasme pada Kamis (19/12/2024) malam.
Ratusan siswa dari kelas 7, 8, dan 9 berkumpul untuk menghadiri acara puncak Classmeet, yaitu Awarding Classmeet yang berlangsung meriah dari pukul 20.30 hingga 23.00 WIB. Acara ini menjadi momen yang dinanti-nanti, karena dipenuhi oleh penampilan kreatif dari setiap kelas.
Di antara berbagai penampilan yang memukau, drama bertema Stop Bullying yang dibawakan oleh siswa kelas 7 peminatan menjadi sorotan utama.
Delapan siswa berbakat—Tiara Princess Aurora, Elvina Ariella Rahmawati, Putri Mareta Anggraini, Gendis Almeera Azmi, Neryta Mieke Sakinah, Rihana Azzakiyatul Mufida, Hanin Zahwa Prasetyo, dan Aurelia Quinn Setia Budi sebagai pemandu drama—memerankan berbagai karakter dengan penuh penghayatan.
Dipandu oleh Aurelia Quinn, drama ini sukses menyampaikan pesan mendalam tentang bahaya perundungan di kalangan remaja.
Mengangkat Isu Serius dengan Sentuhan Kreatif
Drama Stop Bullying ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang kuat.
Para siswa dengan apik menggambarkan berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari ejekan, intimidasi, hingga pengucilan sosial.
Baca juga: Siswa SMP Meka Menyala hingga SAS Hari Terakhir
Mereka juga menunjukkan dampak buruk perundungan terhadap korban, seperti ketakutan, hilangnya kepercayaan diri, hingga penurunan semangat belajar.
Namun, drama ini tidak berhenti pada penggambaran masalah. Dengan alur cerita yang inspiratif, siswa kelas 7 peminatan menunjukkan bahwa persahabatan, dukungan teman sebaya, dan keberanian untuk melawan ketidakadilan adalah kunci untuk mengakhiri perundungan.
Penampilan mereka berhasil membangkitkan emosi para penonton, sekaligus menanamkan semangat untuk melawan perundungan.

Respon Penonton yang Menggugah
Drama ini mendapat sambutan luar biasa dari seluruh siswa yang hadir. Sorak-sorai dan tepuk tangan meriah mengiringi akhir cerita yang penuh harapan. Banyak siswa yang mengaku tersentuh oleh pesan yang disampaikan.
“Drama ini sangat menyentuh hati. Kita jadi lebih sadar bahwa bullying adalah masalah serius yang harus dihentikan,” ujar Leandra Zhafirah Ramzani, salah satu siswa kelas 7 peminatan.
Pesan Moral untuk Generasi Muda
Anik Hidayati, S.Pd. Waka Humas SMP Meka menjelaskan kegiatan Awarding Classmeet yang diisi dengan pesan-pesan inspiratif seperti ini menunjukkan komitmen SMP Meka dalam membangun karakter siswa yang peduli dan menghargai sesama.
Drama Stop Bullying menjadi pengingat bahwa setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
“Melalui acara ini, SMP Meka tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menyampaikan edukasi penting,” ujarnya.
Harapannya, pesan anti-perundungan yang digaungkan melalui drama inspiratif ini dapat terus diingat dan diterapkan oleh seluruh siswa dalam kehidupan sehari-hari, demi terciptanya generasi muda yang berempati dan berani melawan ketidakadilan. (#)
Jurnalis Aniwati Penyunting Mohammad Nurfatoni











