
Latihan keras di bawah terik matahari terbayar sudah. 27 siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik sukses menunaikan tugas mulia sebagai petugas upacara HUT RI ke-80 di Cerme.
Tagar.co – Suara komando menggema lantang di lapangan Kecamatan Cerme, Minggu pagi (17/8/2025). Derap langkah kaki para siswa yang serempak dan penuh wibawa menambah khidmat suasana upacara peringatan HUT kKe-80 Republik Indonesia.
Sebanyak 27 siswa dari SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) mendapat kehormatan menjadi petugas upacara. Dari jumlah itu, 17 siswa bertugas sebagai pasukan barisan, sementara 8 lainnya mengemban posisi prestisius di pasukan inti pengibar bendera. Satu siswa sebagai danton dan satu lagi cadangan.
Tugas istimewa ini tidak datang tiba-tiba. Para siswa melewati proses latihan yang panjang dan menuntut disiplin tinggi. Sejak berminggu-minggu sebelumnya, mereka berlatih setiap pagi dan sore, melatih fisik, kedisiplinan, serta kekompakan tim. Puncaknya hadir pada 17 Agustus, saat mereka tampil gagah dengan seragam putih-putih, langkah tegap, dan wajah penuh percaya diri.
“Saya berusaha tetap tenang, walau jantung rasanya berdetak kencang,” ungkap Awalul Nanda Rizqia, salah satu pengibar bendera. “Ini bukan momen biasa, tetapi momen luar biasa, bisa mengibarkan bendera di hari kemerdekaan ke-80,” tambahnya.
Latihan yang Tak Main-Main
Waka Kesiswaan Smamdela, Ahmad Rizal Adzka, S.Pd., mengapresiasi semangat juang para siswa. “Mereka tidak pernah mengeluh meski harus berlatih di bawah terik matahari. Ini adalah kehormatan bagi sekolah kami. Mereka menunjukkan kedisiplinan dan nasionalisme yang tinggi,” ujarnya bangga.
Latihan intensif digelar hampir sebulan penuh dengan pendampingan pelatih dari Brigpasema (Brigadir Pasukan Khusus SMA Muhammadiyah 8 Gresik). Para siswa ditempa melalui pembentukan formasi, simulasi pengibaran, hingga ketepatan sikap saat upacara. “Latihannya capek, kadang sempat ingin menyerah. Tapi begitu bendera berhasil dikibarkan, rasanya luar biasa,” tutur Naurah, anggota Pasukan 17.
Lebih dari Sekadar Prestasi
Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, M.Si., menegaskan pengalaman ini merupakan bagian dari pendidikan karakter. “Kami ingin siswa tidak hanya unggul akademik, tetapi juga tumbuh dengan tanggung jawab, nasionalisme, dan keberanian mengambil peran,” jelasnya.
Upacara peringatan kemerdekaan di Kecamatan Cerme tahun ini memang berlangsung khidmat sekaligus meriah. Partisipasi siswa-siswi Smamdela menjadi bukti nyata peran generasi muda dalam menjaga semangat kemerdekaan.
Daftar Pasukan Pengibar
-
Fahri Zaidan Maulana (XII-2) – Komandan Pasukan
-
Awalul Nanda Rizqia (XII-4) – Pengibar bendera
-
Cherly Artalitha Aurelia (XI IPA 2) – Pembawa baki
-
Jhoanda Rohme Putra Bastia (XII-3) – Pengibar bendera
-
Maulana Rozaq Hendryansyah (X-B) – Pengibar bendera
-
Erdiansyah Rachman (XI IPA 2) – Pasukan 8
-
Rafi Hari Setyawan (X-A) – Pasukan 8
-
Kevinndra Ridho Wibowo (XII-2) – Pasukan 8
-
Muhammad Abi Abdillah Rusdianto (XII-4) – Pasukan 8
-
Naurah Athirah Fahrudin (XI IPS) – Pasukan 17
-
Novianti Laura Angelis (XII-1) – Pasukan 17
-
Nabila Nirmala Chandra Rini (XII-1) – Pasukan 17
-
Muhammad Bintang Nagara (X-B) – Pasukan 17
-
Shirli Jannatusy Syahida (XII-3) – Pasukan 17
-
Wisnu Gonggo Husodo (XI IPA 2) – Pasukan 17
-
Davina Aulia Rahmah (XII-1) – Pasukan 17
-
Robbi Jonathan (XII-2) – Pasukan 17
-
Suciana Ilmi (XII-4) – Pasukan 17
-
Akhtar Satria Widodo (X-A) – Pasukan 17
-
Rafi Rasyidin Nugraha (XII-4) – Pasukan 17
-
Ni’mah Anggun Aulia (XI IPA 1) – Pasukan 17
-
Ahmad Husen Ainur Rofiq (X-3) – Pasukan 17
-
Siti Nur Aisyah (X-3) – Pasukan 17
-
Vindry Dwi Salsabila (X-3) – Pasukan 17
-
Rachma Syahwa Ayu Rossila Mariana Herdiono (XI IPA 1) – Pasukan 17
-
Johan Armando Letlora (X-3) – Pasukan 17
-
Jasmine Azzura Reviolitta (X-1) – Pasukan 17
Penulis Chintia Rizki Penyunting Mohammad Nurfatoni













