
Aplikasi kecerdasan buatan ‘Yolo’ karya siswi SMP Muhammadiyah 1 Gresik memukau juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS).
Tagar.co — Senyum sumringah ratusan siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik menyambut kedatangan juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS), Selasa, 5 Agustus 2025. Kemeriahan sambutan dan hangatnya atmosfer sekolah memang sudah menarik perhatian tim juri.
Ternyata, rasa penasaran mereka semakin memuncak saat memasuki laboratorium multimedia, di mana inovasi Your Online Officer (Yolo) terpampang. Awalnya, juri Drs. Mohammad Nurfatoni dan Zufra Inayah, S.KM., M.Kes bertanya kepada Bustanul Arifin, guru Spemutu.
Implementasi kurikulum koding dan kecerdasan buatan (AI) di sekolah tersebut pun terungkap. Arif, sapaan akrab Bustanul, pada kesempatan itu menceritakan berbagai prestasi siswanya yang mengimplementasikan koding dalam berbagai kegiatan.
Salah satu yang paling menonjol, prototipe aplikasi Yolo, karya Nadia Rachmadina, siswi kelas IX C. Aplikasi ini tercipta dari keresahan Nadia terhadap kesulitan teman-temannya dalam memahami materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV).
Baca Juga: Mutu Gressie Menyambut dengan Meriah, Juri LLSMS Terpana

Pendamping Cerdas Belajar Matematika
Dengan penuh semangat, Nadia mempresentasikan Yolo kepada para juri. Ia menjelaskan, aplikasi itu ia kembangkan untuk membantu siswa kelas VIII yang kesulitan memahami konsep PLSV. Namun, kehadiran aplikasi ini tidak lantas menggantikan peran guru.
“Yolo ini menggunakan typebot.io,” jelas Nadia.
Kemudian ia menambahkan, “Yang membedakan Yolo dengan ChatGPT, DeepSeek, Gemini, serta AI pada umumnya adalah saya menggunakan Google Spreadsheet sebagai kodingnya.”
Typebot.io sendiri merupakan platform canggih yang mengintegrasikan chatbot ke situs web dan platform obrolan seperti WhatsApp. Nadia juga memaparkan cara kerja Yolo secara rinci, termasuk dampak positifnya jika seluruh siswa Spemutu menggunakannya.
“Ini membantu saya dan teman-teman lebih cepat memahami materi yang dijelaskan oleh guru. Keunggulan Yolo ini dapat digunakan di perangkat apa saja, asal terhubung dengan internet 24 jam di mana saja dan kapan saja,” ujar Nadia.
Baca Juga: Juri LLSMS Soroti Budaya Kebersihan di Spemutu Gresik
Inspirasi untuk Masa Depan Pendidikan
Tim juri LLSMS yang terdiri dari praktisi pendidikan dan ahli lingkungan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nadia. Mereka menilai, aplikasi Yolo merupakan sebuah terobosan yang relevan dan visioner.
“Kami sangat terkesan. Ini bukan hanya sekadar tugas sekolah biasa, melainkan sebuah solusi nyata yang memiliki potensi besar untuk terimplementasikan secara luas,” ungkap Fatoni, salah satu juri.
Ia juga menambahkan, “Penggunaan AI untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah merupakan ide yang brilian dan menunjukkan anak-anak muda ini sudah siap menghadapi tantangan masa depan.”
Pencapaian Nadia melalui Yolo tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Spemutu, tetapi juga menginspirasi siswa-siswi lain untuk terus berinovasi. Ini membuktikan bahwa LLSMS bukan sekadar lomba lingkungan sehat, melainkan juga wadah bagi aplikasi pendidikan modern yang menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar. (#)
Jurnalis Bening Satria Prawita Diharja Penyunting Sayyidah Nuriyah












