Feature

Wakil Ketua PWM Jatim: Pendidikan Islam Harus Menyentuh Akhlak dan Hati

29
×

Wakil Ketua PWM Jatim: Pendidikan Islam Harus Menyentuh Akhlak dan Hati

Sebarkan artikel ini

Wakil Ketua PWM Jatim M. Sholihin Fanani (depan, kiri)

Dalam suasana syawalan penuh semangat, para guru Muhammadiyah se-Sidoarjo mendalami konsep pendidikan Islam yang menekankan pembentukan akhlak mulia, kejujuran, dan kasih sayang demi generasi masa depan.

Tagar.co SD Muhammadiyah Krian menjadi tuan rumah kegiatan syawalan dan silaturahim rutin guru SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (19/4/2025).

Acara yang mengusung tema “Bersama Foskam Wujudkan Guru dan Murid Muhammadiyah Hebat” ini berlangsung hangat dan sarat inspirasi, terutama melalui sesi kajian utama yang disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM.

Dalam kajian bertema “Konsep Pendidikan dalam Islam”, Sholihin menekankan bahwa prinsip-prinsip pendidikan Islam yang selama ini dirumuskan oleh Muhammadiyah sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman. Menurutnya, pendidikan dalam Muhammadiyah bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter dan akhlak mulia.

Baca juga: Bupati Sidoarjo Hadiri Syawalan Foskam: Siap Kawal Muhammadiyah hingga 2030

“Pendidikan Muhammadiyah bertujuan melahirkan insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian dan kontribusi nyata bagi kemajuan umat,” ujarnya di hadapan ratusan kepala sekolah, guru, dan karyawan, dari seluruh SD/MI Muhammadiyah Sidoarjo.

Ia menambahkan, konsep pendidikan dalam Islam yang dijalankan Muhammadiyah berdiri di atas nilai-nilai kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan inklusivitas. Pendidikan karakter menjadi kunci utama dalam membentuk generasi tangguh di tengah berbagai tantangan sosial.

Lebih lanjut, ia menjelaskan metode pendidikan Muhammadiyah yang humanis dan aplikatif. Mulai dari pembelajaran berbasis pengalaman, cerita (story telling), hingga keteladanan nyata dalam keseharian.

“Metode-metode ini bukan hanya efektif secara akademik, tetapi juga menyentuh ranah hati, membentuk karakter yang kuat dan kokoh,” ungkapnya.

Kajian ini tak hanya menjadi bekal bagi para pendidik dalam menyusun strategi pengajaran, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan bangsa. Muhammadiyah Sidoarjo sendiri berkomitmen terus meningkatkan mutu pendidikan dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pondasi utama.

“Dengan pemahaman yang benar tentang konsep pendidikan Islam dalam Muhammadiyah, kita dapat membentuk generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan spiritual yang tinggi,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh pendidik untuk terus berinovasi, membangun pendidikan yang tidak hanya mencetak murid berprestasi, tetapi juga berjiwa mulia. (#)

Jurnalis Isyanafik Penyunting Mohammad Nurfatoni