Feature

UMM dan Universiti Kebangsaan Malaysia Kembangkan Jejaring Akademik Lintas Negara

30
×

UMM dan Universiti Kebangsaan Malaysia Kembangkan Jejaring Akademik Lintas Negara

Sebarkan artikel ini
Suasanan pertemuan UMM dan UKM

UMM dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) terus memperkuat kolaborasi riset dan pendidikan: dari program magang, riset bersama, hingga peluang doktoral fleksibel bagi dosen—mendorong internasionalisasi kampus dan mutu lulusan.

Tagar.co Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) terus mempererat jalinan kerja sama akademik yang telah dibangun sejak 2020.

Melalui pertemuan pada Jumat, 10 April 2025, dua perguruan tinggi lintas negara ini kembali membahas langkah konkret untuk mengimplementasikan tiga pilar kolaborasi: pertukaran mahasiswa (student exchange), penelitian bersama (joint research), dan dosen tamu (visiting lecturer).

Pertemuan kali ini melibatkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM dan Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FKSSK) UKM. Hasil diskusi memperkuat langkah-langkah nyata yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk program magang, riset bersama, hingga pengiriman dosen ke Malaysia.

Baca juga: Cerita Tiga Mahasiswa UMM Membawa Budaya Indonesia ke Negeri Jiran

“Kolaborasi ini sudah berjalan dengan baik. Termasuk kegiatan visiting lecturer dan riset bersama. Ini menunjukkan keseriusan kami untuk mendorong kolaborasi yang berdampak,” ujar Prof. Dr. Kadaruddin Aiyub, Dekan FKSSK UKM.

Baca Juga:  Wisuda Ke-121 UMM di Hari Kartini Tekankan Peran Strategis Perempuan

Ia menambahkan bahwa program magang mahasiswa Kesejahteraan Sosial (Kesos) UMM di lembaga-lembaga prestisius di Kuala Lumpur menjadi salah satu bukti konkret. Selain itu, dosen-dosen UMM juga terlibat aktif sebagai pengajar tamu selama dua minggu di UKM.

Menurutnya, kerja sama ini seharusnya tidak berhenti di level administratif, melainkan perlu dilanjutkan dengan program-program nyata seperti short course selama sebulan untuk mahasiswa.

Menariknya, UKM juga membuka peluang baru bagi dosen UMM untuk melanjutkan studi doktoral dengan sistem fleksibel. Dalam skema tersebut, peserta cukup mengikuti perkuliahan intensif selama satu bulan setiap tahun di Malaysia, sementara sisanya difasilitasi secara daring. Publikasi ilmiah dan lokakarya pun ditanggung penuh oleh UKM, agar dosen tetap bisa aktif mengajar di UMM sembari menyelesaikan program doktoralnya.

Respons positif datang dari Wakil Rektor IV UMM, Dr. Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi. Ia menegaskan bahwa UMM telah menyiapkan berbagai dukungan internal untuk mendorong kolaborasi lintas negara.

“UMM sudah menyiapkan insentif dan skema pendanaan internal untuk mendukung dosen dan mahasiswa dalam kolaborasi internasional, termasuk short course, magang luar negeri, dan penelitian bersama. Kerja sama dengan UKM ini sangat prospektif, dan kami dorong agar terus berkembang,” tuturnya.

Baca Juga:  Followers Jadi Tiket Masuk Kampus, UMM Buka Jalur Kuliah tanpa Tes bagi Konten Kreator

Salis menambahkan, seluruh program studi di FISIP—mulai Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, Sosiologi, Pemerintahan, hingga Psikologi—didukung agar proaktif menyusun proposal kolaborasi dengan UKM, terutama untuk program visiting dan riset kolaboratif.

Lebih dari sekadar kerja sama institusi, sinergi UMM dan UKM diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik internasional, meningkatkan kapasitas riset dosen dan mahasiswa, sekaligus mendorong kualitas lulusan yang mampu bersaing di level global. (*)

Penyunting Mohammad Nurfatoni