Feature

Tiga Hari Penuh Inspirasi: Guru PAUD dan Dunia Digital Anak

287
×

Tiga Hari Penuh Inspirasi: Guru PAUD dan Dunia Digital Anak

Sebarkan artikel ini
Guru PAUD dan konten kreator media pembelajaran interaktif berkumpul Dijakarta dalam kegiatan Apresiasi Lomba Konten Pembelajaran Digital Interaktif PAUD 2025 di Jakarta (1-3/12/2025) (Tagar.co/Yuliawati)

 

Ratusan guru PAUD dan konten kreator berkumpul di Jakarta, berbagi inspirasi, dan menghadirkan media pembelajaran digital yang menyenangkan bagi anak usia dini.

Tagar.co – Jakarta selalu punya caranya sendiri membuat setiap langkah terasa lebih hidup. Begitu pula di sebuah ballroom Hotel Luminor Jakarta, kawasan Kota Tua, sejak Senin, 1 Desember 2025 hingga Rabu, 3 Desember 2025.

Ratusan guru PAUD dan konten kreator media pembelajaran interaktif dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam satu semangat: menghadirkan pembelajaran yang lebih segar, kreatif, dan dekat dengan dunia anak usia dini.

Baca juga: Perjalanan Dua Guru Muri Menembus Ajang Inovasi Pembelajaran Digital

Kegiatan selama tiga hari itu menjadi ajang saling menyemangati dan berbagi pengalaman. Para kreator media pembelajaran, baik berupa buku cerita interaktif, gim edukasi, maupun video interaktif, tampil di depan layar besar bertuliskan “Apresiasi Lomba Konten Pembelajaran Digital Interaktif PAUD 2025”.

Wajah sumringah para peserta bukan sekadar karena lomba, tetapi karena mereka adalah pembawa perubahan yang setiap hari berjuang membuat belajar menjadi menyenangkan, terutama bagi siswa PAUD.

Baca Juga:  Pemuda Menyala di Tengah Badai Teknologi

Barisan guru perempuan berhijab, lengkap dengan kartu identitas yang tergantung di leher, tampak kompak saat mengarahkan telunjuk ke kamera. Ada yang tertawa lepas, ada yang tersenyum takjub, dan ada pula yang tampak baru saja menemukan teman seperjuangan dalam menciptakan media pembelajaran digital. Suasananya hangat—sehangat niat mereka menghadirkan pembelajaran terbaik bagi anak-anak PAUD.

Kehadiran para pendidik ini bukan sekadar menerima apresiasi, tetapi merayakan proses panjang: mencari ide, menyusun naskah, merekam suara, memadukan ilustrasi, hingga memastikan konten benar-benar ramah anak. Proses yang kadang melelahkan itu justru memperkuat ikatan antar-guru dengan misi serupa.

Di sela kegiatan, obrolan ringan terdengar di mana-mana: tips memilih animasi yang aman, cara membuat video tetap menarik meski dengan alat sederhana, hingga cerita lucu saat merekam suara sambil sembunyi dari kebisingan rumah. Tidak ada kesan kompetitif—yang ada semangat berbagi, belajar, dan saling menguatkan.

Tahun ini, banyak guru PAUD juga bergerak sebagai konten kreator. Mereka terbiasa meracik kombinasi gambar ceria, suara hangat, dan ide sederhana menjadi sumber belajar yang memikat. Ketika diperkenalkan dengan Rumah Pendidikan, aplikasi pusat ekosistem belajar nasional, semangat mereka seakan bertambah dua kali lipat.

Baca Juga:  Bocah Kecil, Teladan Besar: Merapikan Sandal Jemaah di Tengah Mabit

Di aplikasi ini, Ruang Murid menjadi sorotan utama: wadah berisi sumber belajar yang mudah dijelajahi oleh siswa dan guru. Para pendidik terlihat antusias, seolah menemukan rumah digital untuk menampung karya kreatif mereka. Mereka menyatakan siap menyemarakkan ruang tersebut dengan berbagai konten—mulai dari video pengenalan angka, cerita interaktif, hingga permainan edukatif yang menyenangkan.

Keceriaan dalam foto bersama seolah berkata lantang: para guru PAUD dan konten kreator Indonesia siap menghidupkan Rumah Pendidikan menjadi tempat tumbuh yang bermakna bagi setiap anak. Mereka pulang membawa inspirasi sekaligus tanggung jawab kreatif—menghadirkan konten digital yang lahir dari hati seorang pendidik.

Pertemuan singkat di Jakarta itu meninggalkan resonansi panjang. Begitulah dunia pendidikan bekerja: sunyi, konsisten, dan selalu bergerak maju. Dengan semangat kolaboratif ini, masa depan pembelajaran anak usia dini tampak semakin cerah, interaktif, dan penuh cinta.

Jurnalis Abdul Rokhim Ashari Penyunting Mohammad Nurfatoni