
Tiga faktor jadi pebisnis dikupas dalam Talkshow dan Diskusi Gerak Ekonomi Cabang dan Ranting Muhammadiyah Lamongan.
Tagar.co – Sabtu pagi (5/7/2025) ruang serba guna Masjid Asy-Syifa Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) dipenuhi Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Lamongan.
Hari itu mereka mengikuti mengikuti Talkshow dan Diskusi Gerak Ekonomi Cabang dan Ranting yang diselenggarakan oleh Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang membidangi ekonomi Hidayaturrahman.
Peserta antusias mendengarkan paparannya. Suhu ruangan yang dingin semakin membuat nyaman peserta, namun ada juga merasa kedinginan hingga berkali-kali ke kamar kecil.
Gaya bicara santai, namun mengena. Diselingi beberapa guyon. Pria yang akrab dipanggil Pak Dayat itu menuturkan, ada tiga faktor jadi pebisnis.
Pertama, mempunyai orang tua pebisnis. Kedua, memiliki mentor dalam berbisnis. Ketiga, bergaul dalam lingkungan pebisnis.
“Dari tiga faktor tersebut mana yang bapak-ibu miliki?” tanya Hidayat kepada para peserta.
Para peserta pun terdiam. Berpikir untuk menjawabnya.
Selanjutnya Pak Dayat menjelaskan, jika faktor pertama dan kedua tidak dimiliki, maka setidaknya bisa menggunakan faktor ketiga yaitu bergabung di lingkungan pebisnis. Dengan harapan nantinya bisa tertular menjadi pebisnis.
“Kalau kita berkumpul dengan penjual minyak wangi maka kita akan kecipratan wanginya, kalau kita berkumpul dengan tukang pande besi maka baju kita bisa bolong-bolong,” ujarnya sambil berkelakar.
Ia pun menambahkan, orang yang paling sering kita hubungi adalah cerminan ekonomi kita. “Coba cek lima orang yang paling sering kita hubungi di WA, itulah cerminan posisi ekonomi kita,” tuturnya.
Oleh karenanya ia mengajak para pelaku ekonomi keumatan ini tidak hanya berada dalam diskusi formal saja, namun sesekali sambil ngopi santai dalam membahas bisnis yang itu sepertinya lebih enak dan lebih cepat terealisasi.
Paparan Pak Dayat yang semakin dalam membuat peserta makin terpana mendengarkan uraiannya, seakan meresapi dan menyadari betul realita dan dinamika dunia bisnis yang tidak terpikirkan oleh peserta talkshow.
Ia pun memberi tips untuk memulai bisnis yaitu pandai membaca peluang, kolaborasi, fokus, dan yang terpenting adalah action atau eksekusi.
“Agama mengajari kita bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah perdagangan, namun tidak banyak dari kita yang mau melakukannya,” tuturnya usai menjelaskan tiga faktor jadi pebisnis.
Tukang Soto
Saat jeda istirahat salat dan makan siang, panitia menyediakan sajian khas yaitu Soto Ayam Lamongan.
Seluruh peserta dan narasumber pun berbaris antre mengambil porsi soto yang sudah disiapkan. Para narasumber juga ikut menikmati soto tak terkecuali Pak Dayat yang juga merupakan pengusaha ayam berskala nasional itu.
Rupanya soto ayam yang disajikan membuat Pak Dayat terkesima. Merasakan kelezatannya. Sehingga saat kembali masuk di forum dan di akhir sesi, ia bertanya kepada PDM Lamongan siapa yang masak soto tadi. Dia ingin mengajak tukang masaknya untuk mengajari di tempatnya.
“Sebelum saya lupa, tadi yang masak soto siapa ya? Bisakah saya dikasih dua orang tukang masak soto tadi untuk saya ajak ke tempat saya dan saya bayar menjadi mentor sebagaimana poin kedua dalam faktor bisnis untuk mengajari masak soto yang enak seperti tadi di tempat saya. Ini peluang dan saya mau buka usaha ini,” katanya disambut tawa peserta talkshow. (#)
Jurnalis Eko Hijrahyanto Erkasi Penyunting Sugeng Purwanto












