Feature

Tekankan Soft Skill, Abdul Mu’ti Ajak Nasyiah Bangun Pendidikan Bermutu sejak Dini

31
×

Tekankan Soft Skill, Abdul Mu’ti Ajak Nasyiah Bangun Pendidikan Bermutu sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah di Kota Serang, Jumat malam (5/9/2025). (Tagar.co/Istimewa)

Dalam pidato kebangsaannya di Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya soft skill, pendidikan usia dini, dan peran strategis perempuan dalam mencetak generasi berkualitas.

Tagar.co – Dengan balutan batik biru bercorak hijau dan peci hitam, Abdul Mu’ti berdiri percaya diri di podium berlogo Provinsi Banten. Sesekali ia menunduk mendekat ke mikrofon, lalu berganti dengan mengangkat tangannya seolah menekankan pesan penting.

Gestur itu berpadu dengan suara mantap yang memenuhi ruang pertemuan Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah di Kota Serang, Jumat malam (5/9/2025).

Dalam pidato kebangsaannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu mengajak para kader perempuan muda Muhammadiyah untuk bersinergi membangun pendidikan bermutu bagi semua. “Generasi penerus bangsa yang berkualitas hanya dapat dicetak melalui penguasaan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Kader Nasyiah Perkuat Spirit Kebangsaan dan Keagamaan

Mu’ti menegaskan pentingnya mengembangkan keterampilan soft skill yang bersifat transformatif, mampu diterapkan dalam berbagai situasi, dan menurutnya harus mendapat porsi lebih besar dalam pendidikan.

Baca Juga:  Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Santri Gen Z Ngaji Kata, Literasi Jadi Kunci Menjelajah Dunia

Softskill itu yang memang harus mendapatkan porsi yang lebih dalam pendidikan karena sifatnya transformatif dapat diterapkan dalam situasi dan kondisi yang berbeda,” paparnya dengan nada yang kian tegas.

Mu’ti kemudian menjelaskan, untuk mewujudkan hal tersebut, kementerian telah menyiapkan kebijakan deep learning yang menekankan kajian mendalam, terintegrasi dengan berbagai disiplin ilmu, dan relevan dengan konteks kehidupan nyata.”

Pendidikan Usia Dini sebagai Fondasi

Di hadapan peserta yang duduk menyimak dengan saksama, Mu’ti kemudian menggarisbawahi pentingnya pendidikan sejak usia dini. Dengan mimik serius, ia menyebut fondasi mutu pendidikan nasional sesungguhnya diletakkan sejak anak-anak masih di usia prasekolah, bahkan sejak dalam kandungan.

“Fondasi pendidikan itu ada pada pendidikan prasekolah. Bahkan sebelum lahir, itu bisa diberi pendidikan. Dan setelah saya membaca banyak sekali sumber, maka saya dapat berteori bahwa pendidikan itu dapat dimulai sejak ditiupnya roh, sampai dengan dicabutnya roh,” jelasnya.

Ucapannya disambut anggukan sejumlah peserta. Mu’ti lantas menegaskan kembali peran vital perempuan dalam pendidikan. “Masih ada masyarakat yang beranggapan bahwa perempuan itu masih menjadi second class gender dan beban sosial,” ungkapnya sambil sedikit menggelengkan kepala.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Gandeng Mitra Global Perkuat Literasi dan Numerasi Anak Indonesia

Namun, ia segera menambahkan dengan suara bersemangat, “Maka hal inilah yang perlu dipertegas bahwa sebenarnya perempuan telah menjadi bagian penting dalam pendidikan usia dini dan membangun pendidikan yang bermutu bagi semua.”

Nasyiatul Aisyiyah Mitra Strategis

Menutup pidatonya, Abdul Mu’ti menatap audiens dengan ekspresi optimis. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Nasyiatul Aisyiyah—yang juga disebut Nasyiah atau NA-akan terus menjadi mitra strategis dalam membangun generasi bangsa yang berkarakter dan berkesadaran sosial.

“Bagaimana kita mendidik generasi yang mempunyai kesadaran sosial itu harus dimulai dari tingkat dasar, dan inilah peran dari NA untuk bersinergi menyukseskan pendidikan bermutu untuk semua dan untuk masa depan bangsa,” tutupnya, disambut tepuk tangan meriah dari peserta Tanwir II. (#)

Pnyunting Mohammad Nurfatoni