Feature

Haedar Nashir Ajak Kader Nasyiah Perkuat Spirit Kebangsaan dan Keagamaan

25
×

Haedar Nashir Ajak Kader Nasyiah Perkuat Spirit Kebangsaan dan Keagamaan

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menandatangani poster launching Produk dan Program PP Nasyiatul Aisyiyah dalam pembukaan Tanwi II Nasyiatul Aisyiyah, di Serang, Kamis 2 September 2025. (Tagar.co/Istimewa)

Di hadapan ratusan peserta Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah, Haedar Nashir menegaskan persatuan, akhlak, dan pendalaman agama adalah pilar yang harus dihidupkan kader perempuan muda untuk mengokohkan peradaban bangsa.

Tagar.co – Panggung berlatar belakang putih berhias logo milad yang merupakan perpaduan menara Banten dengan lambang Nasyiatul Aisyiyah menjadi saksi pembukaan Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah (Nasyiah) yang berlangsung di Kota Serang, Banten, Kamis (4/9/2025).

Dalam forum nasional yang dihadiri tokoh Muhammadiyah, pemerintah daerah, hingga perwakilan organisasi perempuan, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh kader Nasyiah.

Baca juga:  Sempat ‘Turbulensi’, Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah Tetap Dilanjutkan

Haedar menekankan bahwa sejak berdiri pada 1931, Nasyiatul Aisyiyah telah memegang peran strategis dalam sejarah bangsa.

Ia menegaskan ada tiga nilai utama yang wajib terus dijaga kader untuk menjawab tantangan zaman: persatuan, akhlak, dan pendalaman agama.

Persatuan sebagai Ide Besar

Haedar mengingatkan kembali peran Nasyiatul Aisyiyah bersama Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam menjaga persatuan bangsa sejak masa penjajahan.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Kader Muhammadiyah Tak Perlu Takut Berkompetisi

“Maka ide persatuan saat itu menjadi sebuah ide besar untuk membawa kita menjadi negara merdeka,” ujarnya.

Pesan ini seakan menemukan konteksnya saat bendera Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah berkibar berdampingan di panggung Tanwir, mempertegas komitmen kebangsaan organisasi perempuan muda ini.

Akhlak untuk Masa Depan

Haedar juga menekankan bahwa masa depan bangsa hanya dapat tegak dengan fondasi akhlak yang kuat. Menurutnya, di sinilah kader Nasyiah perlu memainkan peran besar.

“Membangun akhlak untuk masa depan sangat penting, dan di sinilah Nasyiatul Aisyiyah dapat berperan membangun akhlak. Artinya, membangun akhlak dan agama itu jangka panjang dan berkelanjutan,” jelasnya.

Suasana aula pun hening saat pesan itu disampaikan, seakan menegaskan betapa pentingnya misi moral yang diemban organisasi ini.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kelima dari kanan) bersama tokoh lain dalam pembukaan Tanwi II Nasyiatul Aisyiyah, di Serang, Kamis 2 September 2025. (Tagar.co/Istimewa)

Agama sebagai Fondasi Hidup

Selain itu, Haedar mengajak kader untuk terus memperdalam agama. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah hadir sebagai gerakan keagamaan yang menguatkan akhlak, nilai agama, serta muamalah duniawiyah.

“Agama harus terus kita pelajari, harus dihayati, dan menjadi way of life kita agar inilah yang dapat membingkai kita dari seluruh aspek kehidupan yang bernilai,” imbuhnya.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Ekoteologi, Membangun tanpa Merusak Bumi

Momentum Kebangkitan Perempuan Muda

Pembukaan Tanwir II juga ditandai dengan peluncuran produk dan program Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah tahun 2025. Prosesi ini berlangsung khidmat, dengan Haedar bersama pimpinan Nasyiah menandatangani lembar deklarasi di atas panggung.

Acara semakin meriah saat para pimpinan Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Nasyiah berfoto bersama di atas panggung dengan latar tulisan besar “Memajukan Perempuan, Mengokohkan Peradaban”. Kehadiran tokoh lintas kalangan itu memperlihatkan bahwa Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya hadir sebagai organisasi kader, tetapi juga sebagai gerakan perempuan muda yang siap mengokohkan peradaban bangsa. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni