Feature

Sosok Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah Pertama RI

51
×

Sosok Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah Pertama RI

Sebarkan artikel ini
Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah: K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim (kiri) dan Dahnil Anzar Simanjuntak ((Foto Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto melantik K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama Republik Indonesia. Cucu pendiri NU ini menorehkan sejarah baru dalam tata kelola ibadah haji dan umrah.

Tagar.co — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim atau yang akrab disapa Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama Republik Indonesia di Istana Negara, Senin sore (8/9/25). Bersamaan dengan itu, Dahnil Anzar Simanjuntak turut dilantik sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Baca juga: Lima Menteri Direshuffle

Pelantikan ini menandai sejarah baru dalam tata kelola ibadah haji dan umrah di Indonesia. Kementerian Haji dan Umrah dibentuk dari transformasi Badan Penyelenggara (BP) Haji agar pengelolaan ibadah haji dan umrah lebih fokus, transparan, dan profesional.

Latar Belakang Pendidikan

Gus Irfan lahir di Jombang pada 24 Juni 1962. Ia merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Hasyim Asy’ari. Sejak kecil, ia tumbuh dalam tradisi pesantren Tebuireng. Pendidikan formalnya dimulai di SDN Cukir 1 Jombang, kemudian melanjutkan ke SMPP Jombang (kini SMAN 2 Jombang) dan lulus pada 1981.

Baca Juga:  Board of Peace: Tanda Tangan Prabowo Masih Bisa Ditarik

Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Brawijaya, Malang, meraih gelar Sarjana (S1) pada 1985. Pada tahun 2000, ia kembali melanjutkan studi pascasarjana di universitas yang sama dan meraih gelar Magister (S2) pada 2002.

Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Terbentuk: Amphuri Sambut Positif

Pendidikan tertingginya diselesaikan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, program Doktoral Manajemen Pendidikan Islam, dan lulus pada 24 Februari 2025. Disertasinya berjudul “Kepemimpinan Transformasional KH. Muhammad Yusuf Hasyim dalam Melestarikan Tradisi Indonesia di Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang.”

Perjalanan Karier

Pengabdian Gus Irfan dimulai di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia menjabat sebagai Sekretaris Umum pondok tersebut pada 1989–2006, sekaligus menjadi Wakil Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari sejak 1990 hingga sekarang. Sejak 2006, ia dipercaya menjadi pengasuh Pesantren Al-Farros.

Selain aktif di pesantren, ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuireng (1996–2016), lembaga keuangan mikro berbasis pesantren. Ia juga pernah menjadi dosen di Akademi Keperawatan Widyagama Malang pada 2013–2016.

Baca Juga:  Gentengisasi: Antara Estetika, Politik, dan Realitas Rakyat

Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Terbentuk: Amphuri Sambut Positif

Dalam organisasi keagamaan, Gus Irfan menjabat sebagai Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jawa Timur periode 2014–2017, serta Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) periode 2015–2016.

Di ranah politik, ia pernah memimpin Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira), sayap keagamaan Partai Gerindra, serta menjadi Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto–Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Pada 1 Oktober 2024, ia sempat dilantik sebagai Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VIII, meski hanya menjabat hingga 22 Oktober 2024 karena kemudian diangkat menjadi Kepala BP Haji dan Umrah.

Tonggak Sejarah

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Revisi Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Pengesahan ini menandai lahirnya Kementerian Haji dan Umrah sekaligus transformasi Badan Penyelenggara Haji menjadi kementerian baru.

Setelah hampir setahun memimpin BP Haji, Gus Irfan dipercaya Presiden untuk menahkodai kementerian baru ini. Dengan jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia yang sangat besar, kehadiran kementerian khusus diharapkan dapat memperkuat diplomasi dengan Arab Saudi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan pengelolaan ibadah berjalan lancar.

Baca Juga:  Keberanian di Podium, Ujian di Konstitusi

Pelantikan Gus Irfan disambut luas oleh kalangan pesantren, organisasi keagamaan, dan masyarakat. Jejak panjangnya di pesantren, organisasi Islam, dunia pendidikan, ekonomi, dan politik menjadikan dirinya figur yang dianggap tepat untuk mengemban amanah sejarah sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama RI. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni, dari berbagai sumber