
Lomba unik SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo semarakkan Agustusan, ajarkan kolaborasi dan wawasan kebangsaan melalui tantangan konsentrasi, estafet, dan soal kemerdekaan.
Tagar.co — Semarak Agustusan di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) tahun ini berbeda dari biasanya. Sebuah perlombaan bertajuk “Misteri Balon” memeriahkan peringatan kemerdekaan di halaman sekolah, Kamis (14/8/25).
Meskipun namanya terkesan menakutkan, lomba ini justru mengundang antusiasme tinggi dari para peserta didik. Sebanyak sembilan tim dari perwakilan kelas berpartisipasi dalam lomba estafet yang penuh makna. Setiap tim terdiri dari lima anggota. Mereka harus melewati serangkaian tantangan secara bergantian.
Tahap pertama, satu perwakilan tim bertugas menjaga balon agar tidak jatuh sambil mengenakan kaus yang telah panitia sediakan. Angin yang berembus menjadi godaan terberat, menguji konsentrasi peserta agar balon tetap melayang di udara.
“Misteri balon tidak sekadar perlombaan permainan,” jelas Aldi Zikrillah, S.Kom., Ketua Pelaksana Semarak Agustusan Miosi. “Lebih dari itu, setiap tahapan memiliki makna. Tahap awal, peserta harus membagi konsentrasi antara mempertahankan balon dan menuntaskan target memakai kaus.”
Baca Juga: Native Speaker Ini Ajak Siswa SMP Miosi Belajar Bahasa dan Budaya Kanada

Kolaborasi dan Wawasan Kebangsaan
Setelah berhasil mengenakan kaos dan menjaga balon tetap di atas, peserta pertama menyerahkan balonnya kepada dua teman setim. Mereka bertugas membawa balon ke pos terakhir dengan menjepitnya di antara punggung, tanpa boleh terjatuh. Proses ini menuntut kolaborasi dan koordinasi yang kuat.
“Selanjutnya, peserta belajar tentang makna kolaborasi dan pentingnya wawasan kebangsaan,” tambah Aldi.
Di pos terakhir, dua anggota tim lainnya menunggu. Mereka bertugas mengambil balon dan meletuskannya. Di dalam setiap balon, terdapat soal-soal tentang kemerdekaan Indonesia. Tim harus menjawab lima soal uraian yang menguji pengetahuan mereka, seperti nama tokoh pembaca dan pengetik teks proklamasi. Tim yang berhasil menjawab paling banyak pertanyaan dengan waktu tercepat akan keluar sebagai pemenang.

Fokus Diri dan Kecepatan Berpikir
Peserta menyambut positif lomba ini. Hannan Nimatullah Wardhana, siswa kelas VIII A, menceritakan pengalamannya. “Saya tadi kebagian menjawab soal di pos terakhir. Rasanya deg-degan karena waktu pengerjaannya dihitung,” ungkapnya.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa menjawab benar empat soal,” imbuhnya.
Senada dengan Hannan, M. Adelio Tristan Al-Rizaki, teman satu timnya, mengungkapkan tantangan yang ia hadapi dalam lomba misteri balon. “Butuh konsentrasi lebih ketika harus mempertahankan posisi balon agar tetap mengudara dan memakai kaus,” katanya.
“Intinya, fokus pada diri sendiri, tidak perlu melihat kanan kiri bagaimana tim lain,” tambahnya.
Alhasil, lomba misteri balon ini tidak hanya menguji ketangkasan fisik, tetapi juga kecepatan berpikir dan kerja sama tim. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Sayyidah Nuriyah












