
Siswa Smampat belajar peduli melalui program Filantropis Cilik. Tidak peduli jumlah uang yang dimasukkan, yang terpenting adalah istikamah.
Tagar.co – Pagi yang cerah mengawali rutinitas siswa SMA Muhammadiyah 4 Sidayu (Smampat) Gresik, Jawa Timur. Semangat berbagi terpancar dari wajah mereka saat menerapkan kebiasaan bersedekah, Kamis (19/12/2024).
Di depan kantor, siswa disambut oleh deretan kaleng Filantropis Cilik. Dengan penuh kesadaran, mereka menyisihkan sebagian uang saku untuk berinfak. Tangan kanan mereka menebar senyum dan kebahagiaan, menjadi sayap yang melindungi kebaikan.
Nominal bukanlah masalah, keikhlasan hati dalam bersedekah di pagi hari adalah yang utama. Kebaikan terucap melalui bahasa hati, dan sedekah menari dengan langkah kebahagiaan.
Sebanyak 90 kaleng Filantropis Cilik disediakan untuk siswa dan 10 untuk guru. Penghitungan hasil infak dilakukan setiap bulan, sekitar tanggal dua puluh.
Baca juga: Uang Receh Filantropis Cilik Jadi Miliaran, Ratusan Siswa dan Guru Terbantu
Setelah salat Duha, para siswa dan guru bersama-sama membuka kaleng Filantropis Cilik. Bulan ini, perolehan infak mencapai Rp1.013.000. Program Filantropi Cilik ini merupakan hasil kerja sama Dikdasmen Kabupaten Gresik dengan Lazismu Gresik.
“Kami berharap program ini dapat membentuk kebiasaan siswa dan guru untuk bersedekah setiap hari. Tidak peduli jumlah uang yang dimasukkan, yang terpenting adalah istikamah,” ujar Lailatul Fitriyah, S.Pd., petugas Filantropis.
Uang yang terkumpul disetorkan ke kantor layanan Lazismu Sidayu, kemudian dihimpun bersama sekolah Muhammadiyah lainnya di Kecamatan Sidayu. Selanjutnya, dana tersebut disetorkan ke Lazismu Gresik dan diteruskan ke Dikdasmen Kabupaten Gresik.
Sebanyak 40 persen dari dana yang terkumpul akan dikembalikan ke sekolah. Penggunaannya diserahkan kepada masing-masing sekolah.
Di Smampat, dana tersebut dikembalikan kepada siswa dalam bentuk voucher Jumat Berkah. Rencananya, akan ada juga program minum gratis di masjid setiap hari Jumat.
Sementara itu, 60 persen dari dana tersebut digunakan oleh Majelis Dikdasmen Kabupaten Gresik untuk program bakti guru, beasiswa Mentari, dan bantuan penambahan sarana sekolah.
“Dengan adanya gerakan Filantropis Cilik ini, kami dapat menanamkan rasa berbagi sejak dini, sehingga dapat menumbuhkan rasa ikhlas dan keinginan yang kuat untuk saling berbagi serta membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Maulidun Khoirunnisa’ Putri, salah seorang siswa.
Kebaikan dalam berinfak ini patut dicontoh. Kebiasaan baik ini menjadi bagian dari hidup. Ketika siswa berbagi, maka hati pun bersatu. Sedekahku adalah senyum mereka. (#)
Jurnalis Chilmiyati Penyunting Mohammad Nurfatoni












