Feature

Sinergi Akademisi dan Pemerintah: Mahasiswa Umla Ikut Sukseskan Laskar Gema Thawaf 2025

54
×

Sinergi Akademisi dan Pemerintah: Mahasiswa Umla Ikut Sukseskan Laskar Gema Thawaf 2025

Sebarkan artikel ini
Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi bersama Mahasiswa Umla (Tagar.co/Rohmat)
Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi bersama Mahasiswa Umla (Tagar.co/Rohmat)

Mahasiswa Umla ikut terjun ke lapangan dalam program Laskar Gema Thawaf 2025. Mereka bersinergi dengan Pemkab Lamongan membantu sertifikasi tanah wakaf demi kemaslahatan umat dan kepastian hukum.

Tagar.co – Peringatan Hari Jadi Ke-456 Lamongan tahun ini terasa berbeda. Di balik hiruk-pikuk seremonial, Pemerintah Kabupaten Lamongan justru menggelar program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat: Laskar Gema Thawaf 2025. Sebuah inisiatif untuk membantu sertifikasi tanah wakaf yang selama ini belum memiliki legalitas hukum.

Program ini diluncurkan langsung oleh Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, MBA., M.EK., bersama Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc., dan turut dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lamongan, Nursuliyantoro, Sp.MH, Kamis (22/5/25)

Yang menarik, program ini tidak hanya melibatkan perangkat daerah, tetapi juga menggandeng kalangan akademisi. Sebanyak 16 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) dari berbagai program studi ikut diterjunkan ke lapangan untuk mendampingi proses pendataan dan pendaftaran tanah wakaf di seluruh kecamatan.

“Program ini merupakan amanah mulia untuk umat. Kami ingin memastikan bahwa tanah-tanah wakaf seperti masjid, musholla, dan lembaga pendidikan mendapatkan legalitas yang sah melalui negara,” ujar Bupati Yuhronur dalam sambutannya.

Baca Juga:  Sepuluh Menit Ludes, Nasyiatul Aisyiyah Sidayu Bagikan 200 Paket Takjil Ramah Lingkungan
Mahasiswa Umla dalam Laskar Gema Thawaf 2025 (Tagar.co/Rohmat)

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Lamongan, Nursuliyantoro, menyebut program ini sebagai tonggak penting perlindungan hukum aset-aset keagamaan. Ia menegaskan, dengan disertifikasinya tanah-tanah wakaf, masyarakat tidak lagi khawatir akan sengketa lahan atau persoalan legalitas di kemudian hari.

Bagi mahasiswa Umla, keterlibatan dalam program ini bukan hanya soal pengabdian, tetapi juga ruang belajar yang nyata. Mereka terjun langsung, mendata, berinteraksi dengan masyarakat, dan memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pelayanan publik yang adil dan merata.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan, Badan Pertanahan Nasional, dan Umla ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia akademik dan birokrasi dapat melahirkan perubahan konkret. Laskar Gema Thawaf bukan sekadar program tahunan, tapi gerakan kolektif untuk menata masa depan wakaf yang lebih tertib dan terjamin. (#)

Jurnalsi Rohmat Penyunting Mohammad Nurfatoni