Feature

Seminar Budaya dan Wirausaha Gen Z

25
×

Seminar Budaya dan Wirausaha Gen Z

Sebarkan artikel ini
Seminar mengintegrasikan kreativitas Gen Z dan budaya menghadirkan pengusaha kain tenun ikat.
Pengusaha tenun Mifthakhul Khoiri berbicara di seminar budaya UMLA. (Tagar.co/Rohmat)

Seminar mengintegrasikan kreativitas Gen Z dan budaya digelar di Lamongan. Menghadirkan pengusaha kain tenun ikat.

Tagar.co – Seminar kebudayaan dengan peluang wirausaha digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains Teknologi dan Pendidikan (FSTP) Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jumat (29/11/2024).

Acara berlangsung di Auditorium Budi Utomo Gedung A Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) dihadiri para mahasiswa FSTP, dosen, dan mahasiswa baru angkatan 2024-2025.

Seminar mengambil tema Mengintegrasikan Kreativitas Gen Z dengan Kebudayaan untuk Peluang Bisnis Masa Depan. Acara dibuka dengan penampilan Tari Srikandi oleh mahasiswa FSTP.

Pembicara CEO Tenun Ikat Paradila Lamongan Mifthakhul Khoiri. Dia memproduksi berbagai macam kain tenun dan batik.

Dalam paparannya Miftakhul Khoiri menyampaikan, generasi Z memiliki potensi dalam mengolah kreativitas.

“Generasi Z adalah generasi yang kaya kreativitas. Jika mereka mampu menggali nilai-nilai budaya lokal, ini bisa menjadi aset yang sangat bernilai untuk menciptakan inovasi bisnis,” ujarnya.

Dia mengatakan, dengan memahami dan memanfaatkan budaya lokal, tidak hanya melestarikan nilai-nilai masyarakat, tapi juga menciptakan inovasi yang mampu bersaing di pasar global.

Baca Juga:  Mood Booster Pergi, Puasa Tetap Tinggal: Pelajaran Emosi bagi Gen Z

Dia menyarankan memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi dan pemasaran produk berbasis budaya.

Dalam sesi tanya jawab, peserta Rio dari Prodi Teknik Industri menyampaikan, acara ini membuka wawasan tentang cara menggabungkan minat bidang teknologi dengan budaya lokal untuk menciptakan bisnis yang inovatif.

Dekan FSTP UMLA, Eko Handoyo, S.Kom., M.Kom, menyampikan terima kasih kepada BEM FSTP yang sudah mengadakan seminar ini. Dia berharap acara serupa ini bisa dilaksanakan tiap bulan.

”Saya berharap acara ini dapat menjadi katalisator bagi mahasiswa untuk terus menggali potensi budaya lokal dan mengintegrasikannya dengan kemampuan teknologi serta jiwa kewirausahaan,” tuturnya.

Diharapkan, kegiatan ini dapat memotivasi generasi muda untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam membangun perekonomian berbasis budaya.

Acara ini ditutup dengan networking. Peserta berdiskusi dengan pembicara dan pelaku usaha kreatif. Diharapkan, kegiatan ini dapat memotivasi generasi muda untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam membangun perekonomian berbasis budaya. (#)

Jurnalis Rohmat  Penyunting Sugeng Purwanto