
Pesantren Al-Fattah merayakan HUT Ke-64 Pramuka dengan upacara penuh khidmat, menguatkan ukhuwah dan semangat pengabdian untuk bangsa.
Tagar.co – Kamis pagi (14/8/2025), halaman Pesantren Al-Fattah Sidoarjo, Jawa Timur, penuh warna seragam cokelat. Tepat pukul 07.00 WIB, barisan rapi anggota Pramuka memenuhi lapangan, membentuk saf panjang yang menghadap tiang bendera.
Langit masih berbalut sisa mendung, sementara sinar matahari mulai menembus sela awan, menciptakan suasana teduh namun khidmat.
Baca juga: Sabtuan Pertama Al-Fattah: Mengasah Syukur, Menyambut Era Digital
Di sisi kiri lapangan, pasukan pembawa bendera berdiri tegak, siap mengibarkan Merah Putih. Di panggung utama yang berlatar spanduk bertuliskan “Kolaborasi untuk Ketahanan Bangsa”, para petugas upacara mengenakan selempang merah putih.
Tema nasional tahun ini dinilai panitia sangat relevan dengan kondisi bangsa: kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi kekuatan.
Bagi keluarga besar Pesantren Al-Fattah, peringatan hari ulang tahun (HUT) Pramuka bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah momentum memperkuat jati diri dan mengingatkan kembali peran Pramuka dalam membentuk generasi muda berkarakter, berjiwa sosial, dan cinta Tanah Air.

Sebagai organisasi kepanduan yang berdiri sejak 1961, Pramuka telah menjadi garda terdepan dalam membina generasi tangguh dan berintegritas. Hal itu pula yang ditekankan oleh pembina upacara sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah, Drs. Ainun Rofik, M.Pd., atau akrab disapa Kak Ainun.
“Keikhlasan adalah kunci dalam menjalankan amanah sebagai anggota Pramuka. Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka senafas dengan Panca Jiwa Pondok. Karena itu, setiap anggota harus melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan Pramuka tak hanya melatih keterampilan baris-berbaris atau mendirikan tenda, tetapi juga menanamkan kepedulian sosial, kemandirian, dan kemampuan menyelesaikan persoalan.
“Dengan mengamalkan nilai-nilai Pramuka, adik-adik dapat menjadi contoh bagi lingkungan, menjaga keutuhan dan kedaulatan negara, sekaligus menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas,” pesannya.
Upacara ditutup dengan doa bersama. Anggota Pramuka berdiri tegak, mengangkat tangan memberi salam hormat, seolah meneguhkan janji untuk terus menjaga semangat pengabdian. Dari sudut lapangan, terlihat wajah-wajah muda penuh optimisme—siap menjadi bagian dari kolaborasi besar demi ketahanan bangsa.
Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni












