Feature

Seksi Sibuk di Balik Suksesnya Acara

33
×

Seksi Sibuk di Balik Suksesnya Acara

Sebarkan artikel ini
Seksi sibuk di panitia kegiatan sudah siap pagi buta. Menyiapkan ruangan, memasang kursi, spanduk, menyambut peserta, dan mengarahkan acara.
Anggota panitia pantang pulang sebelum gedung bersih dan rapi kembali. (Tagar.co/Kuswantoro)

Seksi sibuk di panitia kegiatan sudah siap pagi buta. Menyiapkan ruangan, memasang kursi, spanduk, menyambut peserta, dan mengarahkan acara.

Tagar.co – Ratusan peserta dari berbagai penjuru Lumajang hadir dalam Pelatihan Manajemen Masjid yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang.

Acara berlangsung di Aula Abdi Manaf SMK Muhammadiyah Lumajang, Sabtu (28/6/2025).

Mereka datang untuk belajar, berbagi, dan memperkuat fungsi masjid sebagai pusat dakwah dan peradaban umat Islam lewat masjid.

Pelatihan berjalan sukses dari awal hingga akhir. Namun di balik kesuksesan yang tampak di permukaan, ada cerita lain yang tak kalah mengesankan tentang kader-kader Muhammadiyah muda yang bekerja dalam diam, penuh dedikasi.

Mereka anggota seksi sibuk di panitia kegiatan. Sejak pagi buta, mereka telah mulai bergerak: menyiapkan ruangan, merapikan kursi, memasang spanduk, hingga menyambut peserta dengan keramahan yang tulus.

Tim konsumsi pun bergerak cepat memastikan makan siang tersaji dengan rapi, bersih, dan cukup untuk seluruh peserta.

Anngota panitia tidak hanya berperan di balik layar. Beberapa dari mereka justru tampil di depan: ada yang bertugas sebagai MC, menghidupkan suasana, dan menjaga alur acara tetap terarah.

Baca Juga:  Bupati Hadiri Pembagian Kado Ramadan Lazismu Lumajang

Ada yang menjadi moderator, mengarahkan sesi diskusi dengan lugas. Ada yang  tampil percaya diri sebagai dirigen, memimpin lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah dengan penuh semangat menciptakan momen khidmat yang menggugah.

Sebagai koordinator kegiatan, saya merasa terharu melihat kekompakan tim seksi sibuk ini. Tidak ada yang berpangku tangan. Bahkan ketika acara usai, para panitia tidak langsung pulang.

Mereka kembali menata kursi, menyapu ruangan, dan mengembalikan suasana aula seperti sedia kala. Semua dilakukan dengan ringan hati dan penuh rasa tanggung jawab.

Anggota panitia mengambil kursi setelah acara selesai. (Tagar.co/Kuswantoro)

Di tengah kesibukan menutup kegiatan, saya didatangi salah satu penasihat PDM Lumajang, Suharyo. Dengan senyum tulus, dia menepuk pundak saya dan berkata,” Terus semangat, Mas. Berkarya untuk umat. Insyaallah keberkahan akan ada. Jangan patah semangat untuk berbuat baik. Saya senang lihat anak-anak muda aktif seperti ini. Sehat-sehat terus ya, Mas.”

Tak lupa, dia juga mengingatkan dengan nada hangat dan bersahabat,” Jangan lupa besok Ahad pagi ada kegiatan lagi di Masjid Panglima Sudirman, Perguruan Muhammadiyah Lumajang. Berangkat pagi ya. Dan Lazismu, jangan lupa baksonya disiapkan.”

Baca Juga:  Lima Pesan PDM Lumajang Sambut Ramadan

Kata-kata itu terasa sederhana, tapi menyentuh. Di balik canda, terselip kepedulian dan dukungan nyata terhadap gerak para kader muda. Bagi saya, itu seperti bahan bakar tambahan untuk terus melangkah.

Kegiatan ini mengajarkan banyak hal. Bahwa dalam gerakan Muhammadiyah, pengabdian tak selalu harus tampak. Kadang ia hadir dalam bentuk memimpin lagu, merapikan kursi, atau menyajikan makanan. Tidak harus glamor, tapi harus sungguh-sungguh.

Mereka mungkin tak disebut dalam daftar nama, tapi dari kerja sunyi tim seksi sibuk ini kegiatan bisa terlaksana dengan baik.

Dari mereka pula, saya belajar: menjadi kader Muhammadiyah sejati adalah tentang melayani, bukan dilayani. Tentang keikhlasan, bukan sorotan. Dan tentang keberanian untuk terus bekerja meski tak semua melihat. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto