Feature

Sekolah Sepi, Layar Ramai: Filter Unik Warnai Kelas Daring Smamsatu

37
×

Sekolah Sepi, Layar Ramai: Filter Unik Warnai Kelas Daring Smamsatu

Sebarkan artikel ini
Suasana kelas daring Smamsatu di Google Meet, siswa tampil dengan filter unik—dari helm paintball hingga latar ikonik dunia—menciptakan nuansa belajar yang kreatif. (Akhmad Akmal Rifqi for Tagar.co)

Kelas nyata di Smamsatu lengang sejak pembelajaran daring diberlakukan. Namun layar Google Meet justru semarak dengan filter topi gurita, helm paintball, hingga latar Menara Eiffel yang membuat suasana belajar penuh warna.

Tagar.co – Kamera menyala, filter warna-warni pun bermunculan. Begitulah suasana kelas daring SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu) sejak Senin 1 September 2025 ini. Alih-alih wajah kaku, layar Google Meet justru dipenuhi topi gurita, helm paintball, hingga latar belakang Menara Eiffel.

Dini Arla Syifani, siswi kelas XII Saintek 3, mengaku sengaja memilih filter unik agar suasana belajar lebih segar. “Belajar online itu seru kalau bisa sambil kreatif. Jadi meskipun tidak bertatap muka langsung, rasanya tetap dekat dengan teman-teman,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca juga: Enam Dekade Smamsatu: Perayaan Tertunda, Harapan Tak Pernah Padam

Sementara itu, Alfian Hilmi Naufal tampil gagah dengan helm paintball. Menurutnya, filter bukan sekadar hiburan. “Guru-guru jadi lebih semangat melihat kami aktif. Ini cara supaya kelas daring tidak membosankan,” katanya, Selasa 2 September 2025.

Baca Juga:  Karya Tugas Akhir Prodistik ITS Smamsatu Gresik Dipamerkan Terbuka

Layar Virtual Penuh Warna

Potret kelas daring Smamsatu menunjukkan betapa imajinasi siswa berperan besar. Dalam satu tampilan Google Meet, ada yang menggunakan latar belakang akuarium dengan ikan warna-warni, ada pula yang menambahkan hiasan lampion merah, seakan mereka belajar di tengah festival budaya. Di sisi lain, seorang siswi tampak mengenakan filter hewan lucu, menambah keceriaan layar.

Guru Bahasa Inggris, Akhmad Akmal Rifqi, S.Pd., yang ikut memantau dari layar, juga tampak memakai latar Menara Eiffel. Kontras dengan ruang kelas nyata yang lengang dan sepi, layar virtual itu justru riuh penuh warna. Energi Smamsatu seolah berpindah ke dunia digital—menjadi ruang belajar baru yang tidak kalah hidup.

“Kami bangga anak-anak tetap disiplin dan bisa menghadirkan suasana positif. Ini bukti belajar bisa gembira kapan saja, di mana saja,” tutur Akmal Rifqi.

Kepala sekolah, Nurul Ilmiyah, S.Pd., pun mengapresiasi kreativitas siswanya. “Kami bersyukur anak-anak tetap semangat di tengah suasana kurang kondusif. Kreativitas mereka menunjukkan bahwa aktivitas belajar tidak boleh berhenti. Justru harus terus berjalan dengan kegembiraan,” ucapnya.

Baca Juga:  Safari Ramadan di Spensagres, Ipmawati MBS Madinatul Ilmi Smamsatu Tanamkan Kejujuran dan Empati
Guru dan siswa Smamsatu tetap semangat belajar daring, menghadirkan layar penuh warna dengan filter lucu dan latar budaya yang meriah. (Akhmad Akmal Rifqi for Tagar.co)

Latar Belakang Kebijakan Daring

Fenomena unik ini terjadi setelah Dinas Pendidikan Jawa Timur memberlakukan pembelajaran daring mulai 1 September 2025. Kebijakan ini bertepatan dengan Milad Ke-60 Smamsatu Gresik. Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa keputusan diambil untuk mencegah siswa terseret dalam gejolak demonstrasi yang kian anarkis.

“Kami tidak ingin siswa dirugikan masa depannya. Karena itu, sekolah daring dipandang sebagai langkah terbaik sementara waktu,” tegasnya.

Meski gejolak sosial masih terjadi di luar sana, Smamsatu membuktikan bahwa semangat belajar tetap menyala. Filter kamera hanyalah pemanis, tetapi disiplin, kreativitas, dan keceriaan yang tumbuh di tengah situasi sulit inilah yang akan menjadi bekal berharga bagi masa depan siswa-siswinya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni