
Tagar.co – Safari Ramadan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PT IPM) MBS Madinatul Ilmi SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, terus berlanjut di UPT SMP Negeri 1 Gresik (Spensagres.
Setelah mengawali kegiatan pada Jumat, 27 Februari 2026 untuk kelas IX, program tutor sebaya ini memasuki tahap kedua pada Selasa, 3 Maret 2026. Empat Ipmawati—pnggilan aktivis IPM putri—yang mengenakan almamater kuning disambut hangat oleh siswi kelas VIII.
Baca juga: Safari Ramadan Smamsatu di Spensagres: Tutor Sebaya Tebar Energi Ramadan
Tepat pukul 11.30 WIB, kegiatan dibuka oleh Adinda Dwi Martin dan Rindang Farihah Idana melalui sapaan “Selamat Siang” yang menghangatkan suasana aula.

Melatih Kejujuran
Memasuki sesi inti bertema “Ramadan dalam Kejujuran,” Ipmawati Adinda membuka dengan pertanyaan pemantik, “Siapa di sini yang tahu apa itu puasa?”
Interaksi pun langsung terbangun. Ia kemudian mengajak peserta membedakan puasa dengan ibadah lain seperti sedekah dan salat.
“Kalau sedekah atau salat, orang lain bisa mengetahuinya. Sedangkan puasa, tidak ada yang mengetahui selain diri sendiri,” jelas Adinda.

Di titik inilah, lanjutnya, Allah menguji kejujuran manusia—ketika seseorang menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa semata-mata karena Allah tanpa pengawasan manusia.
Untuk memperkuat pemahaman, Adinda menghadirkan simulasi sederhana. Cantika Anggun Mudisyakila dari kelas 8J maju ke depan dengan percaya diri.
Dalam skenario menemukan uang jatuh di jalan, ia menjawab mantap, “Uangnya akan saya sedekahkan atau saya serahkan ke pemiliknya jika ada.”
Jawaban tersebut disambut apresiasi dari peserta.

Belajar Empati
Suasana aula semakin hidup ketika Ipmawati Zafirah Zahida Zara memandu sesi ice breaking. Gim interaktif membuat peserta kembali fokus dan bersemangat.
Siswi yang berani mengakui kesalahan saat gim mendapat tantangan menyampaikan ulang materi secara singkat—lengkap dengan hadiah sebagai penyemangat.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Ipmawati Rindang Farihah Idana yang mengulas makna empati. “Empati adalah kemampuan mental dan emosional untuk memahami, merasakan, dan berbagi perasaan, pikiran, atau pengalaman orang lain dengan menempatkan diri pada posisi mereka,” paparnya.

Ia juga mencontohkan praktik empati yang relevan selama Ramadan, seperti berbagi takjil, menunaikan sedekah dan zakat, serta mengundang orang lain berbuka puasa bersama.
Rangkaian Safari Ramadan tahap kedua ini ditutup dengan foto bersama. Ipmawati, para siswi, serta perwakilan OSIS Spensagres tampak kompak mengabadikan momen kebersamaan. (#)
Jurnalsi Zada Kanza Makhfiya Mohammad Penyunting Mohammad Nurfatoni












