
Dari lampu listrik yang menyala, es krim kimia, hingga ular tangga virus—Stemath Smamdela menjadikan sains lebih hidup dan menyenangkan.
Tagar.co — Kilau lampu dari rangkaian listrik menyala di satu sudut, sementara gelak tawa pecah di stan kimia dengan eksperimen es krim instan. Di sisi lain, pion-pion bergerak di atas papan ular tangga biologi bertema virus.
Inilah suasana stan Stemath—paduan sains, matematika, dan teknologi dalam ajang D-Gugu SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), Rabu (13/8/2025).
Baca juga: Dari Gunung Meletus sampai Gempa: Solve Bikin Belajar Ilmu Sosial Jadi Seru di Smamdela
Stemath merupakan kolaborasi lima mata pelajaran sains dan teknologi: Biologi, Kimia, Fisika, Matematika, Teknologi, serta Informatika. Tahun ini, mereka tampil memikat dengan konsep Belajar Melalui Rasa Penasaran yang dikemas dalam bentuk pameran interaktif.
“Belajar itu bukan soal hapalan, tapi soal pengalaman,” tutur Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si. “Kami ingin anak-anak masuk kelas bukan dengan rasa takut, melainkan dengan rasa ingin tahu.”
Sains yang Bisa Dicoba, Disentuh, dan Dinikmati
Setiap meja di stan Stemath menjadi semacam “portal” menuju dunia eksperimen. Di meja Fisika, siswa mengajak pengunjung menyusun rangkaian seri dan paralel. “Kalau lampunya nyala semua, berarti rangkaiannya berhasil!” jelas Elys Kusumawati, guru Fisika, penuh semangat.
Meja Kimia pun tak kalah heboh. Dengan bahan-bahan sederhana, siswa membuat es krim instan. Rasanya lezat, tapi di balik itu tersimpan penjelasan mengenai reaksi senyawa kimia alami. “Kita bisa belajar struktur molekul sambil nyemil. Siapa yang nggak suka?” canda Fachri, siswa kelas XII IPA, sembari membagikan hasil eksperimen kepada teman-temannya.
Ada juga ular tangga biologi bertema virus. Pemain yang pionnya berhenti di kotak khusus harus menjawab pertanyaan seputar struktur, reproduksi, atau peran virus dalam kehidupan sehari-hari. “Kami pilih tema virus karena relevan dan penting. Setelah pandemi, siswa lebih familiar, tapi tetap banyak hal yang bisa digali,” terang Putri Dwi Astuti, guru Biologi Smamdela.
Matematika dan Coding Jadi Game On
Dari sisi Matematika dan Informatika, pengunjung diajak bermain roda matematika hingga mencoba simulasi pemrograman Python. Anak-anak menuliskan kode, memecahkan teka-teki logika, dan melihat langsung bagaimana baris kode sederhana bisa bekerja.
“Rasanya seperti main game, tapi lebih bikin mikir,” ujar Gressha, siswi kelas XII, yang antusias menyambut pelajaran Informatika tahun ini.
Lima Ilmu, Satu Stan, Ribuan Inspirasi
Stemath bukan sekadar pameran—ia menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan teori dengan praktik, sekaligus sains dengan kreativitas. Dalam hitungan menit, siswa bisa “mencicipi” materi satu tahun ke depan dengan cara yang menyenangkan.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa semua ilmu saling terhubung. Fisika butuh matematika, biologi berkaitan dengan kimia, dan semuanya kini tak bisa lepas dari teknologi,” jelas Emi.
Dengan persiapan dua minggu, guru dan siswa Smamdela berhasil menghadirkan mini laboratorium ilmu yang tidak hanya mendidik, tapi juga menghibur. Stemath membuktikan bahwa sains tidak selalu rumit—ia bisa terasa dekat, nyata, bahkan mengasyikkan.
Dan siapa tahu, dari meja-meja eksperimen inilah kelak lahir ilmuwan, inovator, atau coder hebat masa depan. Semua bermula dari rasa ingin tahu dan pengalaman yang membekas. (#)
Jurnalis Fusulul Muhimmah Penyunting Mohammad Nurfatoni












