Feature

Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo Adu Akting di Film Laut Bercerita

85
×

Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo Adu Akting di Film Laut Bercerita

Sebarkan artikel ini
Laut Bercerita
First look film Laut Bercerita (Dok. Pal 8 Pictures)

Leila S. Chudori menulis novel Laut Bercerita terinpirasi dari isu pelanggaran HAM di Indonesia yang tak kunjung terang. Untuk menulisnya pun, dia harus wawancara dengan para penyintas penghilang paksa. Kita patut tunggu jadwal tayang di bioskop

Tagar.coLaut Bercerita diangkat ke layar lebar dan diproyeksikan tayang pada 2026. Kisah yang diangkat dari novel karya Leila S. Chudori tersebut terbit pada 2017. Laut Bercerita salah satu karya best seller yang tak lekang oleh waktu.

Laut Bercerita diproduksi Pal8 Pictures yang dengan bangga memperkenalkan produksi film panjang pertamanya. Skenarionya diadaptasi dan ditulis bersama Leila S. Chudori dan Yosep Anggi Noen.

Film ini disutradarai Yosep Anggi Noen, dibintangi Reza Rahadian dan Eva Celia. Kisah ini relevan, penting divisualkan dan novelnya telah cetak ulang ke-108.

Hal itu diumumkan oleh sutradara kenamaan Yosep Anggi Noen dalam wawancara di acara Jogja Expo Center (JEC) pada Jogja NETPAC-Asian Film Festival (JAFF) pada Senin (1/12/2025).

“Ini novel sangat laku, sangat dicintai. Ada ekspektasi besar, bahkan ikatan emosional. Tentu saya sempat takut tidak bisa memenuhi harapan itu,” kata dia, dikutip dari Kompas.com, Senin.

Baca Juga:  Laut Bercerita, Penculikan Aktivis, dan Surat Imajinatif Itu

Film ini bakal dibintangi oleh pemeran yang sama, seperti film pendeknya. Aktor Tanah Air Reza Rahadian masih dipercaya memerankan tokoh Biru Laut, aktivis mahasiswa 1998 yang merupakan tokoh utama cerita tersebut.

Kemudian, Dian Sastrowardoyo masih pula dipercaya memerankan Kasih Kinanti, aktivis mahasiswa sekaligus salah satu pimpinan kelompok Winatra, organisasi fiktif di novel Laut Bercerita yang berjuang untuk demokrasi.

Beberapa cast baru bakal mewarnai film ini, salah satunya Eva Celia, Christine Hakim, hingga Arswendy Bening Swara.

Film Laut Bercerita
First look film Laut Bercerita (Dok. Pal 8 Pictures)

Sinopsis Laut Bercerita

Laut Bercerita adalah novel fiksi bersejarah dengan latar peristiwa politik di Indonesia pada 1998, masa di mana Tanah Air mengalami gejolak reformasi.

Novel ini dibagi menjadi dua sudut pandang. Bagian pertama, bercerita dari sudut pandang Biru Laut, mahasiswa Sastra Inggris UGM yang tergabung dalam organisasi Winarta.

Dia bersama dengan teman-temannya, Sunu, Kinan, dan Alex sangat keras menentang rezim Orde Baru saat itu. Cerita bergulir hingga para aktivis ini diculik, disekap, dan disiksa secara brutal dan misterius. Lalu, cerita memasuki bagian kedua dengan jarak waktu yang jauh berbeda.

Baca Juga:  Film Pangku: Melihat Perempuan dari Sisi Lain

Bagian ini menceritakan sudut pandang Asmara Jati, adik perempuan Biru Laut. Dia dan kedua orang tuanya terus menanti kepulangan sang kakak yang tak diketahui keberadaannya.

Kepedihan keluarga tersebut sangat menyesakkan hati pembaca. Setiap harinya, mereka terus menanti Biru Laut pulang dengan tetap menyiapkan piring makan untuk anak tersebut di meja makan.

Novel ini turut mengangkat isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia yang tak kunjung terang. Sang penulis menggambarkan kepedihan keluarga penyintas yang hingga saat ini masih menunggu jawaban atas nasib anak-anak mereka yang hilang di era Orde Baru.

Leila S. Chudori mengaku mendapat inspirasi Laut Bercerita dari pengalaman panjangnya sebagai seorang jurnalis. “Banyak kejadian dalam novel ini terinspirasi pengalaman saya saat bekerja sebagai jurnalis,” ucap Leila, dikutip dari Kompas.com, Senin (1/12/2025).

Dia bercerita, selama proses penyusunan, Leila melakukan wawancara mendalam dengan para penyintas penghilang paksa, termasuk Nezar Patria, Budiman Sudjatmiko, dan Rahardjo Waluyo Djati.

Dari wawancara itulah, Leila menciptakan tokoh fiksi bernama Biru Laut. Tokoh ini merupakan penggambaran dari gabungan berbagai pengalaman dan jejak para penyintas.

Baca Juga:  Agak Laen 2: Menyala Pantiku! Tembus 1,2 Juta Penonton

“Saya mewawancarai orang-orang yang diculik. Kita wartawan Tempo waktu itu sempat mengalami represi Orde Baru,” kata Leila. “Tokoh Laut itu tidak hanya terdiri dari Nezar Patria seorang. Pengalaman mereka saya satukan ke tokoh Laut. Nezar dari Aceh, tapi Laut saya bikin asal Solo,” tutur Leila.

Dia juga mengangkat kisah aktivis perempuan setelah bertemu dengan Lily. Lily adalah aktivis perempuan yang sempat menjadi buron dan terpaksa bekerja sebagai buruh pabrik untuk menghindari penangkapan.

Leila mengaku kenal dengan Lily dari Budiman. “Di dalam novel, ada cerita tentang mereka buron. Itu cerita dari Lily,” ucap Leila.

Dari kisah Lily ini, Leila menciptakan tokoh Kinan, sosok yang pertama kali memperkenalkan Biru Laut pada lingkar aktivisme mahasiswa. (#)

Jurnalis Ichwan Arif.