
Tagar.co – Polisi jujur menjadi pesan yang disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, M. Busyro Muqoddas, di Pengajian Ahad Pagi PDM Trenggalek.
Pengajian berlangsung di Muhammadiyah Boarding School 3 Trenggalek Desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, Ahad (4/1/2026).
Busyro Muqoddas mengawali ceramah dengan membacakan surah Al-A’raf ayat 10.
وَلَقَدْ مَكَّنّٰكُمْ فِى الْاَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيْهَا مَعَايِشَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu yang bersyukur.
“Ayat ini memberikan kesadaran pada hati nurani dan mempengaruhi akal yang waras. Akal yang waras bisa terbentuk bila kita memiliki hati yang tenang, berserah diri pasrah,” katanya.
Menurut dia, banyak cendekiawan, profesor, doktor, ahli hukum. Mereka banyak yang jujur. Anggota Polri yang paling jujur, luar biasa, salah satu contoh almarhum Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso.
”Beliau pribadi yang jujur, sederhana. Saya mengerti keadaan rumahnya. Masyaallah, kursi tamunya sangat sederhana. Mantan panglima Polri kursi ruang tamunya koyo kursi gawe layatan. Kursi tamu itu kursi biasa lho. Cucunya Pak Hoegeng, saya belum kenal. Anaknya juga belum kenal. Cucunya mengundang saya. WA saya,” cerita Busyro
“Pak Busyro, assalamu alaikum. Saya Rama, cucunya eyang Hoegeng. Dengan sangat hormat, berharap Pak Busyro bisa datang ke Depok. Untuk menghadiri milad, atau ulang tahun eyang putri kami, Nyonya Meriyati Roeslani Hoegeng. Yang diberi yuswa, usia, seratus.”
Begitu bunyi WA cucunya Hoegeng ke Buysro.
Busyro menceritakan, sesampai di rumah Hoegeng, dia terharu. “Saya menangis, melihat itu nggak kuat, terus terang saja. Saya tahu Pak Hoegeng itu polisi yang luar biasa. Tegas. Karena dia itu jujur, cerdas. Itu karena hatinya tenteram. Kalau hatinya nggak tenteram, cerdasnya dijual,” tuturnya.
Dia hadir bersama istrinya. Para tamu antre. Ada kamera dan monitor di mana-mana. Terlihat dari monitor, para tamu antre bersalaman menuju rumah Pak Hoegeng.
Para tamu terharu melihat keadaan rumah Pak Hoegeng yang sangat sederhana. Waktu menyalami itu para tamu menangis. ”Saya juga menangis,” ujarnya.
Busyro meneruskan ceritanya.”Kemudian kami dipersilakan masuk kamar Bu Hoegeng. Saya mendoakan. Mudah-mudahan Ibu Hoegeng diberi husnul khotimah. Akhir yang baik,” sambungnya.
Lantas Busyro menyampaikan kepada hadirin pengajian, kalau pemimpin itu jujur, cerdas, diberi amanat oleh Allah melalui Pemilu, Pilkada lima tahunan jadi pimpinan maka tenteram negara dan rakyat ini.
”Tidak mungkin Ibu Hoegeng sesehat itu kalau makan barang barang haram. Suap, riswah. Pemberian pemberian yang tidak wajar. Sogok. Besel. Nggak mungkin suaminya boros. Saya lihat anak-anak dan cucu-cucunya itu seger dan wajahnya sumringah. Semua karena Hoegeng memberikan mereka nafkah yang halal. Inilah contoh polisi jujur,” tegas Busyro. (#)
Jurnalis Kamas Tontowi Penyunting Sugeng Purwanto













