
Dari Jawa hingga Papua, puluhan peserta berkumpul secara daring untuk memulai perjalanan mencari jodoh sesuai tuntunan syariat Islam.
Tagar.co – Malam itu, layar Zoom berpendar dengan wajah-wajah penuh harap. Dari ruang tamu hingga kamar pribadi, peserta Sulaturahmi Peserta Biro Taarufmu Gelombang 2 menyimak ayat-ayat pembuka dan saling menyapa.
Mengusung tema unik “Pengin Nikah Opo Ora?”, pertemuan daring ini menjadi langkah awal bagi mereka yang ingin menjemput jodoh lewat jalan yang syar’i.
Digelar Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur pada Sabtu, 9 Agustus 2025, acara ini diikuti 65 orang dari lebih 100 pendaftar. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia—dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Jakarta, hingga NTT dan Papua.
Baca juga: TOT Nasional Aisyiyah: Dari Perawatan Jenazah Menuju Pelayanan Sosial yang Paripurna
Acara dibuka dengan tadabur Al-Qur’an, membacakan Surah Ar-Rum: 21 dan Surah An-Nahl: 72 oleh pembawa acara Rohmatul Ummah, M.Pd.
Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA Jatim, Dr. Istikomah, M.Ag., lalu memberi sambutan dalam bentuk pantun yang mencairkan suasana. Ia menekankan pentingnya niat yang lurus dalam mencari pasangan.
“Tujuan pernikahan bukan semata-mata karena takhta, harta, atau hal duniawi lainnya, tetapi mencari rida Allah,” pesannya.
Talkshow dipandu Umi Thohiroh, M.H., Sekretaris MTK PWA Jatim, yang membawakan acara dengan gaya energik dan ceria. Dua narasumber hadir: Sri Lestari, Ketua Biro Konsultasi Keluarga Sakinah ‘isyiyah (BIKKSA) Jawa Timur, dan Dwi Purwati, S.Ag., Koordinator Biro Taarufmu.
Sri Lestari memaparkan materi “Jodoh yang Dirindukan” dengan penekanan pada pentingnya memilih pasangan berdasarkan karakter dan agama. Ia mengingatkan peserta untuk memegang teguh komitmen bila serius ingin menikah.
“Akidah yang kuat, akhlak yang baik, niat menikah karena ibadah, kesanggupan menghadapi masalah, dan saling menghargai adalah bekal utama,” tegasnya.

Dwi Purwati kemudian menjelaskan profil Biro Taarufmu serta perannya dalam membantu peserta menemukan pasangan sesuai syariat Islam. Gelombang kedua ini disebut sebagai Biro Taarufmu Plus karena tidak hanya memfasilitasi proses taaruf, tetapi juga memberikan pembekalan pra-nikah dan bimbingan pernikahan.
Dia lalu menjelaskan tahapan proses Biro Taarufmu:
-
Pendaftaran: Mengisi formulir Google Form secara gratis.
-
Ta’aruf 1: Silaturahmi peserta secara daring setiap Agustus.
-
Ta’aruf 2: Pertemuan tatap muka di September dalam bentuk pelatihan bimbingan perkawinan, dengan biaya Rp200.000 bagi peserta yang telah herregistrasi. Pada sesi ini, profil peserta ditayangkan dan setiap peserta memilih dua calon.
-
Ta’aruf 3: Komunikasi semi privat antara tim Biro Taarufmu dengan peserta dan calon pilihan melalui Google Meet.
-
Ta’aruf 4: Pertemuan calon pasangan bersama orang tua/wali, didampingi ustaz dan ustazah tim Biro Taarufmu.
-
Ta’aruf 5: Pendampingan komunikasi hingga proses khitbah.
Peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan banyak pertanyaan dan menyatakan siap melanjutkan ke tahap berikutnya. Pendaftaran ulang bisa dilakukan melalui nomor kontak resmi 0857-3348-1879 atau 0813-5235-7431.
Dwi Purwati meenerangkan dalam waktu dekat, Ta’aruf 2 secara offline akan digelar pada Sabtu, 13 September 2025. Peserta akan dipertemukan secara langsung dan mendapatkan bimbingan pernikahan dari narasumber Kemenag Jatim, PWA Jatim, dan PWM Jatim. Pada akhir acara, mereka sudah dapat memilih calon pasangan yang diinginkan. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












