
Sebanyak 45 guru dan karyawan SD Almadany Gresik mendapatkan pembinaan rohani dari H. Sutrisno Abu Fahmi. Ia menekankan, membaca Al-Qur’an jika dilakukan istikamah, mampu membawa pahala berlipat, ketenangan jiwa, hingga kemuliaan di dunia dan akhirat.
Tagar.co – Berbalut kemeja hitam bermotif dan kopiah batik, H. Sutrisno Abu Fahmi tampak tenang duduk di depan para guru. Sesekali ia menundukkan kepala sambil membuka catatan di tab, lalu menyampaikan nasihat penuh makna tentang keutamaan membaca Al-Qur’an.
Kehadirannya sebagai Ketua Lembaga Penyelenggara Haji dan Umrah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik memberi nuansa teduh pada acara Pengajian dan Pembinaan Guru-Karyawan (Gukar) SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (27/9/2025).
Baca juga: Walimurid SD Almadany Baksos di Panti Asuhan Nurul Ulum
Di hadapannya, deretan ustaz dan ustazah tampak serius menyimak. Berbalut seragam batik dan kerudung berwarna-warni, mereka memenuhi ruang kelas yang dindingnya dihiasi karya kreatif siswa.
Sebagian menunduk mencatat, sebagian lain mengangguk pelan sembari menikmati hidangan sederhana yang disediakan.
Suasana kekeluargaan berpadu dengan semangat belajar, mencerminkan kesungguhan mereka untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik.

Amalan Kecil, Dampak Besar
“Amalan kecil namun dilakukan secara istiqamah akan memiliki dampak besar bagi kehidupan manusia,” ujar Sutrisno yang juga menjabat Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Mabrur PDM Gresik.
Ia menegaskan, membaca Al-Qur’an bukan sekadar ibadah lisan, melainkan sarana untuk menghadirkan ketenangan batin, rahmat Allah Swt., sekaligus kemuliaan di dunia dan akhirat.
Dalam pemaparannya, Sutrisno menekankan bahwa membaca Al-Qur’an adalah amalan yang membawa keberkahan besar, bahkan dari hal-hal yang tampak kecil.
“Setiap huruf yang kita baca mendatangkan pahala. Bagi yang belum fasih pun tetap mendapat ganjaran, bahkan lebih besar karena kesabarannya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an kelak akan menjadi syafaat di hari kiamat, menjadi penolong bagi orang-orang yang akrab dengannya di dunia.
Tak hanya itu, lanjutnya, bacaan Al-Qur’an menghadirkan ketenangan hati, mendatangkan rahmat, serta menurunkan sakinah bagi mereka yang senantiasa mengingat Allah.
“Orang yang hidup bersama Al-Qur’an, membaca, menghafal, dan mengamalkannya, akan diangkat derajatnya oleh Allah di dunia maupun akhirat,” jelasnya.
Menurut Sutrisno, konsistensi dalam membaca Al-Qur’an bahkan mampu menyinari hati dan wajah seseorang, membersihkan jiwa dari kegelapan dosa, serta menumbuhkan cahaya iman.
Ia menutup penjelasan dengan menegaskan bahwa bagi hamba yang rajin bersama Al-Qur’an, Allah Swt. telah menjanjikan kedudukan istimewa di surga.
“Di hari akhir, Al-Qur’an itu sendiri akan menjadi penolong bagi orang-orang yang mencintainya,” katanya penuh keyakinan. (#)
Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni












