
Dengan seragam hijau-kuning dan hasduk di leher, 87 siswa TK Aisyiyah 36 PPI Gresik tampak gagah mengikuti kegiatan Pandu HW PAUD Ceria. Mereka belajar baris-berbaris dengan cara menyenangkan — sambil tertawa, bernyanyi, dan melangkah serentak.
Tagar.co – Suasana ceria mewarnai Jumat pagi (31/10/2025) di halaman TK Aisyiyah 36 PPI Gresik, Jawa Timur. Sebanyak 87 siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan (HW) bertajuk “Pandu HW PAUD Ceria”, yang difokuskan pada pengenalan dasar baris-berbaris secara sederhana dan menyenangkan.
Pagi itu dimulai dengan sapaan hangat dari Nur Latifah, S.Pd., yang memandu anak-anak untuk memahami rangkaian kegiatan hari itu. Seluruh peserta tampak gagah dan bersemangat mengenakan hasduk HW kebanggaan.
Suasana semakin khidmat saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, disusul Senam Pandu HW PAUD yang energik, lalu ditutup dengan pembacaan Ikrar HW secara serempak.
Belajar Disiplin lewat Langkah Ceria
Setelah sesi di sekolah, para siswa memulai “petualangan kecil” dengan berjalan kaki menuju lokasi latihan baris-berbaris di Jalan Barabai 3 PPI Gresik, tepat di belakang sekolah.
Sepanjang perjalanan, mereka riang beriringan sambil mengamati lingkungan sekitar. Aktivitas sederhana ini menjadi bentuk tadabbur alam ringan—belajar mengenali alam sambil melatih kepekaan sosial.
Di antara deretan barisan kecil itu, perhatian tertuju pada Dzaki Robih Rafaeyza, siswa Kelompok B2 yang akrab disapa Robih. Ia tampil berbeda: mengenakan seragam olahraga lengkap dengan hasduk dan kacamata hitam andalannya.

(Tagar.co/Anik Nur Asiyah)
Dengan wajah ceria ia berseru, “Ustazah, aku sudah kayak tentara keren belum? Biar nggak silau lihat matahari!” Celetukan polos itu disambut tawa para ustazah dan teman-temannya, menambah warna dalam latihan pagi itu.
Di lokasi latihan, anak-anak diperkenalkan pada aba-aba dasar kepanduan, seperti “siap grak”, “hadap kanan grak”, “lencang depan grak”, hingga “hormat grak”. Dengan sabar, para ustazah membimbing mereka agar bisa membentuk barisan rapi, melatih fokus, dan menaati instruksi dengan gembira.
“Melalui baris-berbaris, anak-anak belajar disiplin dan mengenal gerakan dasar kepanduan. Namun semuanya dikemas dengan cara yang ceria, khas dunia PAUD,” ujar Zulianah, S.Psi., salah satu pendamping kegiatan.
Ekstrakurikuler sebagai Wahana Tumbuh Kembang Holistik
Usai latihan baris-berbaris, seluruh peserta kembali ke sekolah untuk melanjutkan agenda ekstrakurikuler mingguan.
Anak-anak Kelompok B mengikuti kegiatan renang, guna melatih motorik kasar dan keberanian di air. Sementara itu, Kelompok A terlibat dalam latihan Tapak Suci, mengenal dasar-dasar bela diri Islami, dan menari, yang menumbuhkan kreativitas serta ekspresi seni.
Melalui kegiatan seperti ini, TK Aisyiyah 36 PPI Gresik menegaskan komitmennya untuk mengembangkan potensi anak secara menyeluruh — fisik, spiritual, emosional, dan sosial — dengan semangat nilai-nilai Aisyiyah yang menanamkan kemandirian, kedisiplinan, dan keceriaan dalam belajar. (#)
Penulis Kurniawati Editor Mohammad Nurfatoni












