Feature

Nyamuk Mengantar Dosen UMM ke Austria

52
×

Nyamuk Mengantar Dosen UMM ke Austria

Sebarkan artikel ini
Nyamuk membawa dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Mirza Nuryady, S.Si., M.Sc. menempuh pendidikan doktor di Austria
Mirza Nuryady di Austria.

Gara-gara nyamuk dosen UMM ini sekolah doktor di Austria selama tiga tahun. Di negara ini dia mengasah keahlian entomologi medis.

Tagar.co – Nyamuk membawa dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Mirza Nuryady, S.Si., M.Sc. menempuh pendidikan doktor di Austria sejak Oktober 2024 lalu.

Dia dosen Program Studi Pendidikan Biologi UMM. Keahliannya bidang entomologi medis (serangga). Dia lolos Ernst Mach-Grants Scholarship, beasiswa dari pemerintah Austria untuk studi S3.

Mirza berpengalaman dalam riset nyamuk di UMM dan menuliskan hasilnya dalam berbagai publikasi ilmiah.

Kemudian dia mendaftar beasiswa beasiswa Ernst Mach-Grants Scholarship. Ini program beasiswa khusus bagi mahasiswa Asia Tenggara yang ingin melanjutkan studi S3 di Austria selama tiga tahun.

Mirza menuturkan, dia meneliti struktur populasi genetik nyamuk invasif di Austria.  Sejak 2017, negara ini menghadapi tantangan serius munculnya spesies nyamuk dari Asia yang berpotensi menyebarkan penyakit seperti demam berdarah dan zika virus.

“Pemerintah Austria sangat peduli dengan ancaman penyakit akibat nyamuk. Begitu ditemukan spesies invasif, mereka langsung mengembangkan riset mendalam untuk memahami pola persebarannya,” kata Mirza dihubungi Kamis (6/3/2025).

Baca Juga:  Ramadan sebagai Momentum Rekonstruksi Niat

Dia fokus pada analisis genetik populasi nyamuk ini untuk membantu pemerintah mengendalikan penyebarannya.

Berkat penelitian nyamuk ini, Mirza lolos seleksi beasiswa. Menurutnya, seleksi beasiswa ini cukup ketat. Tahap pertama mendapatkan profesor pembimbing di universitas Austria. Kemudian memperoleh letter of acceptance dari universitas tersebut.

Setelah itu menyusun motivation letter, proposal riset, dan mengikuti wawancara seleksi di Jakarta.

Motivasi utama Mirza mengajukan beasiswa ini untuk menjadi ahli bidang entomologi medis, khususnya dalam penelitian nyamuk.

Dia menjelaskan, di dunia ini terdapat 3.100 spesies nyamuk dari 34 negara yang terdistribusi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Studi ini sangat relevan bagi kesehatan masyarakat di tanah air.

“Dengan studi ini, saya berharap dapat berkontribusi dalam pengendalian penyakit yang ditularkan oleh nyamuk di Indonesia. Austria dengan teknologi dan fasilitas penelitiannya yang canggih menjadi tempat ideal untuk memperdalam riset ini,” tambahnya.

Negara ini, kata dia, jarang menjadi pilihan utama pelajar internasional dibandingkan Jerman atau Inggris. Padahal kualitas pendidikan tinggi sangat bagus. Termasuk fasilitas laboratorium canggih, serta lingkungan akademik yang mendukung.

Baca Juga:  Followers Jadi Tiket Masuk Kampus, UMM Buka Jalur Kuliah tanpa Tes bagi Konten Kreator

Mirza kini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Austria. Dia memimpin pergerakan mahasiswa Indonesia di Austria dan menjadi penghubung antara komunitas pelajar dengan berbagai pihak di tanah air maupun di Austria.

Menurut dia, pengalaman internasional, publikasi ilmiah, serta membangun jejaring akademik menjadi faktor penting dalam seleksi beasiswa.

“Jangan ragu untuk memulai dari sekarang. Perbanyak pengalaman di program pertukaran atau riset internasional, serta aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. Jika punya kesempatan kuliah di luar negeri, manfaatkan sebaik mungkin untuk membangun relasi akademik yang lebih luas,” katanya. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto