
Nggawa tomat coklat saka Balongpanggang
numpak sepedha bareng montor Yamaha
Syukuri nikmat sehat lan wektu senggang
karo nglakoni ibadah lan sregep usaha
Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Hidup manusia tidak pernah lepas dari limpahan karunia Allah. Sayangnya, banyak orang hanya sibuk mengejar harta, jabatan, dan kesenangan dunia, tetapi lupa menghargai nikmat besar yang sebenarnya menjadi penopang kehidupan: kesehatan dan waktu luang.
Baca juga: Saat Hidup Berat, Allah Siapkan Jalan Selamat
Tanpa kesehatan, harta sebanyak apa pun takkan berarti. Tanpa waktu luang, kesempatan beribadah dan berbuat kebaikan akan terlewatkan. Maka, betapa banyak orang yang sesungguhnya merugi karena tidak mampu memanfaatkan dua nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya.
Rasulullah Saw. pernah mengingatkan kita dalam sebuah hadis:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (H.R. Bukhari)
Hadis ini menegaskan bahwa kesehatan dan waktu luang adalah modal berharga untuk memperbanyak amal saleh. Ketika sehat, tubuh kuat untuk salat berjemaah, tahajud, berpuasa, bekerja, dan berusaha. Ketika ada waktu luang, kita punya kesempatan untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, menolong sesama, dan mengembangkan diri.
Namun, bila dua nikmat itu disia-siakan, maka akan berubah menjadi penyesalan di kemudian hari.
Maka mari kita bersama-sama memohon kepada Allah agar diberi kekuatan untuk menjaga kesehatan, memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, dan tidak terlena oleh kesibukan dunia yang melalaikan.
“Ya Allah, jadikanlah hari-hari kami penuh kebahagiaan, berkah, dan manfaat. Jadikan kesehatan kami sebagai sarana untuk taat kepada-Mu, waktu luang kami sebagai jalan untuk memperbanyak amal kebaikan, dan jauhkan kami dari kelalaian yang membuat lalai dalam menunaikan ibadah, khususnya salat. Amin.”
Monggo sami-sami nguri-uri salat tahajud, ngagem sehat lan wektu luang kanthi amal sing migunani. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












