Feature

Mimpi dan Harapan Kader Muda Menggema di Penutupan Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah

26
×

Mimpi dan Harapan Kader Muda Menggema di Penutupan Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah

Sebarkan artikel ini
Peserta Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah (NA) dalam oenutupan 6 September 2025 di Kota Serang, Banten

Suasana hangat penutupan Tanwir II di Serang dipenuhi semangat kader muda NA. Dari mimpi yang diterbangkan hingga tekad mengokohkan peradaban, semua berpulang pada kokohnya peran perempuan.

Tagar.co – Rangkaian Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang berlangsung sejak 4 hingga 6 September 2025 di Kota Serang, Banten, berakhir penuh kesan.

Acara yang menghadirkan ratusan peserta dari 34 Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah ini ditutup secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Salmah Orbayinah.

Baca juga: Jawa Tengah Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-15 Nasyiatul Aisyiyah

Dalam sambutan penutupnya, Salmah menyampaikan tahniah dan apresiasi mendalam atas arah gerak serta program NA yang telah dijalankan selama ini. Ia menilai, Tanwir kali ini menjadi agenda strategis karena berkaitan langsung dengan persiapan muktamar organisasi.

“Tanwir ini menjadi agenda strategis karena juga berkaitan dengan persiapan muktamar. Sejauh ini NA sudah melakukannya dengan baik, bagaimana kontribusi NA terhadap bangsa dan negara sudah berjalan dengan baik,” ungkapnya pada penutupan Tanwir II NA, Sabtu (6/9/2025) di Kantor Gubernur Provinsi Banten.

Baca Juga:  Safari Dakwah NA Brondong: Berburu “Flash Sale” Pahala dengan Strategi Cerdas
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Salmah Orbayinah

Tema yang Tak Lekang oleh Zaman

Tanwir II mengangkat tema Memajukan Perempuan, Mengokohkan Peradaban. Menurut Salmah, tema tersebut memiliki relevansi abadi karena peran perempuan selalu menjadi salah satu pilar penting dalam peradaban.

“Tema Tanwir ini saya yakin tidak akan lekang oleh zaman karena sejatinya perempuan merupakan salah satu pilar penting untuk peradaban. Generasi NA selain berperan mendidik, namun juga harus terdidik,” ucapnya.

Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari

Peradaban Berawal dari Perempuan

Sementara itu, Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menegaskan bahwa peradaban yang kokoh berawal dari perempuan yang kokoh.

“Dari rahim perempuan, lahirlah generasi penerus bangsa. Maka dalam mengokohkan peradaban, maka perempuan itu sendiri harus kokoh, berpikiran maju dan bertindak dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan,” jelas Ariati.

Ia juga menitipkan pesan penuh semangat kepada seluruh kader agar tidak pernah berhenti bermimpi. “Harapan harus selalu ada dan terbangkan harapan itu sekuat tenaga kita. Mari bersama-sama memajukan NA untuk terbangkan mimpi kita, terbangkan NA kita!,” ajaknya.

Baca Juga:  PCNA Sibar Gelar Kolaborasi Ramadan, Perkuat Ukhuah lewat Takjil dan Kajian

Dengan berakhirnya Tanwir II ini, Nasyiatul Aisyiyah semakin meneguhkan tekadnya untuk tampil sebagai gerakan perempuan muda yang berkemajuan. Komitmen untuk kokoh menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi bagi bangsa dan peradaban menjadi penanda arah perjuangan ke depan. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni