
Alunan musik angklung SD Musix sambut kedatangan mahasiswa KKL Universitas Muhammadiyah Cirebon di Surabaya. Lagu “Surabaya” yang dimainkan dengan lincah memukau para tamu istimewa.
Tagar.co – Pagi itu, Rabu (22/01/2025), halaman SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya tampak berbeda. Selepas pembiasaan salat Duha, tak ada aktivitas siswa seperti biasanya. Halaman bersih dan sekelompok siswa tampak memeluk alat musik angklung, berjejer rapi di depan pintu gerbang. Mereka bersiap menyambut tamu istimewa: rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).
Tak lama, iring-iringan kendaraan yang membawa rombongan mahasiswa dan dosen pembimbing, sekitar 150 orang, tiba. Mereka baru saja dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, M.M., untuk disebar ke beberapa sekolah di Surabaya.
Baca juga: Bocil SD Musix Ini Jadi Anggota Tapak Suci Termuda, Dilantik bersama sang Ayah
Beberapa guru SD Musix dan sekuriti sigap menyambut di lahan parkir depan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan. Setelah kendaraan terparkir aman, para mahasiswa turun. “Rombongan kami pagi ini telah diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dan sekaligus telah dilepas dan akan menyebar ke beberapa sekolah yang telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kota,” jelas Erna Labudasari, M.Pd., dosen pembimbing, sembari turun dari kendaraan.
Erna menjelaskan bahwa para mahasiswa akan disebar ke tujuh sekolah dasar di Surabaya, baik Muhammadiyah maupun negeri, yaitu SD Muhammadiyah 6, SD Muhammadiyah 4, SD Muhammadiyah 15, SD Muhammadiyah 16, SDN Rungkut VI, SDN Ngagelrejo I, dan SDN Margorejo I.
Sebelum memasuki ruang kepala sekolah, para tamu disambut dengan persembahan istimewa. “Selamat datang para mahasiswa dan dosen pembimbing dari Universitas Muhammadiyah Cirebon. Sebelum memasuki ruang Kepala Sekolah, saksikan persembahan lagu yang berjudul Surabaya yang akan dilantunkan tim Kolintang SD Musix,” seru Ghaitsa Nadwa Adzkiyah (Gecca), siswi kelas 3 International Class Program (ICP) yang bertugas sebagai MC.
Seketika, alunan merdu lagu Surabaya mengalun dari angklung yang dimainkan dengan lincah oleh tangan-tangan mungil para siswa. Para mahasiswa, yang rata-rata baru pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya, tampak terpukau. Mereka tak menyangka disambut semeriah itu.
Tak Menyangka
Tepuk tangan riuh mengiringi kepiawaian anak-anak memainkan alat musik tradisional tersebut. Tak hanya memainkan, mereka juga menampilkan koreografi yang kompak dan energik, mengikuti irama lagu khas Surabaya.
“Masyaallah, kami tidak menyangka kehadiran kami disambut dengan sangat meriah oleh adik-adik yang hebat,” ujar Firda Amalia, salah seorang mahasiswi peserta KKL, dengan mata berbinar.
“Wah saya merasa tersanjung, hari ini saya menjadi tamu istimewa,” sambung Putri Berliana Nurindah yang berdiri di sampingnya. Juju Jumaroh pun tak mau ketinggalan, mengangkat kedua jempol tangannya sebagai tanda kagum.
Usai menikmati alunan lagu legendaris ciptaan Dara Puspita itu, para tamu dipersilakan menuju ruang kepala sekolah. Namun, langkah mereka terhenti sejenak. Tim musik angklung SD Musix ingin mengabadikan momen spesial ini dengan berfoto bersama.
“Selamat datang di SD Musix Surabaya,” sambut Munahar, S.H.I., M.Pd., Kepala SD Musix, yang telah menunggu di ruangannya. Setelah para tamu duduk, Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur itu memaparkan profil sekolah melalui tayangan video, berbagai dokumen, dan menjawab pertanyaan para mahasiswa dengan didampingi para kaur sekolah. (#)
Jurnalis Basirun Penyunting Mohammad Nurfatoni












