Feature

Merajut Ukhuwah lewat Ayat: Tadarus Lintas Bangsa Seri Kedua SD Sakri dan SK Batu Laut Malaysia

43
×

Merajut Ukhuwah lewat Ayat: Tadarus Lintas Bangsa Seri Kedua SD Sakri dan SK Batu Laut Malaysia

Sebarkan artikel ini
Atlet Panahan SD Sakri penghafal Al-Qur’an, Zakiyah Risakti Queenina (Tagar.co/Sri Kasmuni)

Tadarus daring Ramadan satukan siswa SD Sakri Sidoarjo dan SK Batu Laut Malaysia. Lantunan ayat-ayat suci menguatkan ukhuwah, menebar semangat hafalan, dan memetik berkah lintas bangsa.

Tagar.co – Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat ketakwaan dan memperindah bacaan Al-Qur’an. Inilah yang dirasakan siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri), Sidoarjo, Jawa Timur, dalam kegiatan Tadarus Lintas Bangsa bersama Sekolah Kebangsaan (SK) Batu Laut, Tanjong Sepat, Kuala Langat, Selangor, Malaysia.

Baca juga: Tadarus Lintas Bangsa: SD Sakri dan SK Batu Laut Bersatu dalam Cahaya Al-Qur’an

Pertemuan lintas negara yang kedua ini digelar secara daring, Jumat (21/03/2025), dari studio SD Sakri dan disiarkan juga melalui tautan YouTube agar bisa diikuti lebih banyak siswa. Meski terpisah jarak, semangat untuk menjalin ukhuwah dan meraih keberkahan Ramadan begitu terasa kuat.

Kaur Kesiswaan SD Sakri, Endang Ngapiyani, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap kegiatan ini. “Kegiatan ini bisa menambah ilmu di bulan Ramadan. Semoga silaturrahim ini tidak hanya berhenti di bulan Ramadan, dan terus tersambung walaupun beda bangsa,” ujarnya penuh harap.

Para peserta dari SD Sakri yang tampil kali ini adalah siswa kelas 4, 5, dan 6. Mereka hadir dengan wajah antusias dan senyum yang lebih dewasa. Suasana sore itu dimulai dengan pembacaan surah Al-Fatihah oleh Zakiyyah Risakti Queenina, siswa kelas 6 Khalid yang juga merupakan atlet panahan nasional U-12 dan hafal 6 juz Al-Qur’an. Suaranya yang tegas dan merdu menjadi pembuka yang menguatkan semangat.

Acara dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah SD Sakri, Lala Intan Gemala, M.Pd, yang sekaligus memperkenalkan enam siswa perwakilan SD Sakri:

  • Aisyah Inara Zafarani
  • Alya Adzkia Naura Setiyabudi
  • Zahra Ratifa Rahmani
  • Evellyn Reginal Valencia Putri
  • Zakiyyah Risakti Queenina
  • Mirzano Rafaelo Iswahyudi

Di antara mereka, Evellyn Reginal dari kelas 6 Umar menonjol sebagai penghafal hingga 23 juz. Sementara Mirzano, satu-satunya siswa laki-laki, juga tampil percaya diri bersama para hafidzah lainnya.

Dari pihak SK Batu Laut, Ustaz Nasrul Hadi bin Abu Mokhtar memperkenalkan para siswa peserta tadarus:

  • Chenta Qu Fathima binti Mohamad Haffiz
  • Nurulain Bazilah binti Norrihan
  • Muhammad Adwa Hilman bin Mahat
  • Muhammad Firman Hayqal bin Mohd Firdaus
  • Nur Sofea Husna binti Azizi
  • Muhammad Rayqal Qaleef bin Norshahdan
  • Muhammad Islam Fekry bin Nasrul Hadi
  • Addinas Saffiya binti Rahul Sahlyandi

Sesi mengaji dilakukan secara bergantian oleh siswa-siswi dari kedua negara, membaca surat-surat dari Juz 30. Pembacaan disimak dan dibimbing langsung oleh guru tahsin dari masing-masing sekolah. Ustazah Eli Andriani, S.Pd dari SD Sakri membimbing siswa SK Batu Laut, sementara Ustaz Nasrul Hadi membimbing siswa SD Sakri.

Zakiyyah, yang tampil membaca Surah Asy-Syams, membawakan ayat-ayat dengan tajwid yang benar, suara lantang dan merdu. Ustaz Hadi memberikan apresiasi dan motivasi kepada semua peserta, termasuk kepada Mirzano, yang ia doakan secara khusus. “Saya doakan Mirzano Rafaelo menjadi imam di masjid-masjid terkemuka di Indonesia,” tuturnya—bukan sekadar pujian atas penampilan, tetapi sebagai harapan atas masa depan yang mulia.

Sementara itu, penampilan dari SK Batu Laut juga tak kalah mengesankan. Suara merdu Muhammad Islam Fekry bin Nasrul Hadi, yang merupakan putra dari Ustaz Hadi, berhasil menarik perhatian. Ustazah Eli menyampaikan kesan hangatnya, “Suaranya merdu sekali, iramanya indah. Saya sangat ingin mendengarkan lagi, tapi sayang waktunya terbatas.”

Kegiatan yang sarat makna ini ditutup dengan penyampaian pesan dari Guru Besar SK Batu Laut, Fadhlah. Ia berharap kegiatan ini menjadi pendorong semangat anak-anak untuk terus belajar Al-Qur’an. “Ngaji bareng ini adalah suatu inisiatif yang baik. Semoga kita dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat, rahmat, dan ampunan,” ucapnya.

Pertemuan dua sekolah ini menjadi pengingat bahwa cinta kepada Al-Qur’an bisa menyatukan lintas bangsa, lintas budaya, dan lintas jarak. Ramadan kali ini tidak hanya tentang tadarus dan hafalan, tetapi tentang ukhuwah, cinta, dan harapan yang terus tumbuh bersama dalam cahaya Al-Qur’an. (#)

Jurnalis Sri Kasmuni Penyunting Mohammad Nurfatoni