Feature

Menyejahterakan Pendidik, Majelis Dikdasmen PNF PDM dan Lazismu Gresik Lahirkan Program Inovatif

51
×

Menyejahterakan Pendidik, Majelis Dikdasmen PNF PDM dan Lazismu Gresik Lahirkan Program Inovatif

Sebarkan artikel ini
Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik dan Lazismu Gresik bersinergi melahirkan program inovatif yang memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan para pendidik.
Ketua Dikdasmen PNF PDM Gresik sambutan di penyerahan bantuan Bakti Guru. (Tagar.co/Mustami’ir Rosyidah)

Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik dan Lazismu Gresik bersinergi melahirkan program inovatif. Ini memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan para pendidik.

Tagar.co – Suasana penuh haru dan semangat mewarnai penyaluran Program Bakti Guru yang diinisiasi oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.

Dalam acara yang bertujuan mengapresiasi dan mendukung para pendidik serta tenaga kependidikan itu, hadir Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik M. Fadloli Aziz S.Si., M.Pd. Ia menyampaikan sambutan.

Di hadapan para penerima manfaat, ia mengungkapkan sinergi apik antara pihaknya dan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Gresik. Di mana telah melahirkan tiga program unggulan.

Aziz mengawali penjelasannya dengan mengisahkan akar dari kolaborasi ini. Menurutnya, ide-ide program tersebut muncul dari berbagai aspirasi kepala sekolah yang tersampaikan saat pihaknya melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah.

Keluhan mengenai keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, kesejahteraan guru yang belum memadai, hingga minimnya dana pemeliharaan sekolah menjadi perhatian utama.

“Dari curhatan-curhatan itu, kita tampung dan akhirnya kita gandengkan dengan lembaga Lazismu. Alhamdulillah, Lazismu punya solusi, membuat program Filantropi Cilik,” ungkap Azis dengan nada antusias.

Baca Juga:  Padukan Musikal dan Animasi, Film Na Willa Tayang Lebaran 2026

Filantropi Cilik

Program Filantropi Cilik, yang mulai bergulir sejak tahun 2018, mengajak para siswa di sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk berpartisipasi dalam kebaikan. Setiap anak mendapat celengan untuk menyisihkan sebagian uang sakunya.

Dana yang terkumpul kemudian mereka alokasikan untuk membantu sekolah Muhammadiyah lainnya yang membutuhkan. Lebih dari sekadar penggalangan dana, program ini juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada para siswa tentang pentingnya berbagi dan menjadi insan bertakwa yang gemar berinfak dan bersedekah dalam segala kondisi.

“Anak-anak di sekolah yang bergabung dalam program ini kita imbau untuk menyisihkan uang sakunya. Dari uang kecil-kecil, entah Rp 500,00; Rp 1.000,00; Rp 2.000,00 Lazismu kumpulkan dan mewujud dalam tiga kemanfaatan,” jelas Aziz.

Kemanfaatan pertama dari program ini adalah Beasiswa Mentari. Di sini, Aziz mengungkapkan, di lapangan banyak sekolah yang Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) mengalami kendala. Ini akibat adanya siswa yang tidak mampu membayar biaya pendidikan.

Melalui Beasiswa Mentari yang bersumber dari Filantropi Cilik, sekolah dapat menutupi kekurangan tersebut. Hal ini berhasil memastikan keberlangsungan pendidikan bagi sekolah yang membutuhkan.

Peduli Guru

Berikutnya, kemanfaatan kedua menyasar kesejahteraan para pendidik melalui program Peduli Guru. Program ini memberikan dukungan kepada guru-guru yang belum menerima tunjangan profesi pendidik dan memiliki tingkat kesejahteraan yang perlu pihaknya tingkatkan.

Baca Juga:  Halalbihalal LPCRPM PWM Jatim, Perkuat Silaturahmi dan Dorong Program Strategis

Adapun kemanfaatan ketiga, Save Our School, sebuah program yang fokus pada perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang mengalami kerusakan. Bantuan ini juga dapat bermanfaat untuk memfasilitasi proses pembelajaran di kelas, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.

Selain Filantropi Cilik, sinergi Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik dan Lazismu juga melahirkan program Orang Tua Asuh. Program ini muncul sebagai respons terhadap banyaknya anak-anak yatim yang terdampak pandemi Covid-19 pada tahun 2021. Dikdasmen menggandeng Lazismu untuk mencarikan orang tua asuh yang bersedia memberikan dukungan kepada anak-anak yatim tersebut.

“Alhamdulillah tahun 2024 adalah tahun ketiga berjalannya program orang tua asuh, tercover sebanyak 136 anak,” tutur Aziz dengan penuh syukur.

Program berikutnya yang baru saja mereka luncurkan pada bulan Ramadan tahun ini adalah Program Amil Cilik. Aziz menjelaskan, program ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan zakat di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

Secara legal formal dan syar’i, pengelolaan zakat memiliki ketentuan yang jelas. Untuk memastikan kemanfaatannya dapat terasa secara luas, kata Aziz, kebijakan ditetapkan bahwa 20% dari dana zakat diserahkan kepada Lazismu Daerah untuk disalurkan kepada para guru, sementara 80% dikembalikan kepada sekolah.

Baca Juga:  Di Aula Bersejarah, Ketua Umum PPNA Menitipkan Masa Depan ke Kader Nasyiah Gresik

“Alhamdulillah program ini bisa tertunaikan dalam dua hari ini,” pungkas Aziz.

Langkah Bersama

Pada kesempatan yang sama, Nurul Wafiyah M.Pd., Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik, turut memberikan pesan kepada para guru yang hadir. Ia mengakui, dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan.

Namun, ia menekankan, semua itu dapat teratasi secara bersama-sama dengan berani mengambil langkah. Ia meyakini, hasilnya pasti luar biasa.

“Percayalah bahwa ketika kita sudah mempunyai niat baik, maka sekecil apapun yang kita lakukan pasti akan Allah ganti dengan sesuatu yang lebih besar,” ujar Nurul memberikan motivasi.

Sinergi antara Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik dan Lazismu Gresik ini menjadi contoh nyata kolaborasi yang kuat antara lembaga pendidikan dan lembaga filantropi dapat menghasilkan program-program inovatif. Tentunya memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan para pendidik.

Berbagai program unggulan ini harapannya dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (#)

Jurnalis Lu’luatul Usroh Penyunting Sayyidah Nuriyah