Feature

Jemaah Masjid Nailur Roja’ Jatinom Tadabur Alam di Pantai Serit

41
×

Jemaah Masjid Nailur Roja’ Jatinom Tadabur Alam di Pantai Serit

Sebarkan artikel ini
Tadabur alam, jemaah Masjid Nailur Roja' Jatinom mempererat silaturahmi di Pantai Serit. Mereka menikmati menu spesial tongseng, olahan seekor kambing bakar lezat. 
Tadabur alam jemaah Masjid Nailur Roja’ Jatinom ke Pantai Serit, Ahad (20/4/2025). (Tagar.co/Agus Fawaid).

Mempererat silaturahmi, jemaah Masjid Nailur Roja’ Jatinom Tadabur alam di Pantai Serit. Mereka menikmati menu spesial tongseng, olahan seekor kambing bakar lezat.

Tagar.co – Hari Ahad (20/4/2025) menjadi momen penuh makna bagi jemaah Masjid Nailur Roja’ Jatinom. Sejak pagi, hampir 90 jemaah telah berkumpul di dekat masjid Jalan Maluku, RT. 03 RW. 01, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Mereka bersiap untuk perjalanan rohani menuju Pantai Serit dalam kegiatan tadabur alam. Takmir masjid tersebut yang menyelenggarakan. Rombongan berangkat dengan semangat, menyusuri Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menyuguhkan panorama laut lepas dari balik jendela kendaraan.

Pantai Serit, yang terletak di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, menyambut mereka dengan angin laut dan pemandangan menakjubkan. Tampak pasir hitam kecokelatan, tebing karang, dan muara sungai yang membentuk danau kecil di ujung pantai.

Tadabur alam, jemaah Masjid Nailur Roja' Jatinom mempererat silaturahmi di Pantai Serit. Mereka menikmati menu spesial tongseng, olahan seekor kambing bakar lezat. 
Jemaah Masjid Nailur Roja’ Jatinom melewati JLS Blitar selatan, Ahad (20/4/2025). (Tagar.co/Agus Fawaid)

Eratkan Ukhuwah

Ketua Panitia Imam Muflihun mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menikmati ciptaan Allah, tetapi juga mempererat ukhuwah di antara jemaah,” tuturnya.

Baca Juga:  TKA Berjalan Tertib, Siswa Spemdalas Jalani Ujian dengan Semangat

“Kami berharap bisa menjadikannya agenda tahunan masjid,” imbuh Imam, sapaan akrabnya.

Kegiatan ini prioritas bagi jemaah salat dan peserta kajian rutin. Takmir menyediakan akomodasi dan konsumsi secara gratis. Termasuk menu spesial seekor kambing bakar yang mereka olah menjadi beragam hidangan. Seperti tongseng. Ada pula gulai ayam bagi yang tidak menyukai kambing.

Sigit Prasetyo, Ketua Takmir, menyampaikan harapannya. Yakni menjadi pemantik semangat jemaah untuk terus hadir dalam kajian dan jamaah rutin.

“Ini juga salah satu cara kami dalam memanajemen masjid. Kalau jamaah kerasan, nyaman, tentu semangat beribadahnya juga akan meningkat,” kata Sigit.

Selain Tadabur Alam, Sigit menyebutkan, masjid akan menggelar berbagai agenda lain. Seperti sembako murah untuk jemaah, pembukaan TPQ bagi anak-anak, dan program-program lainnya yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Acara ini menunjukkan, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga pusat kebersamaan dan pemberdayaan. Adapun tadabur alam ke Pantai Serit menjadi simbol, dalam keindahan ciptaan-Nya, terdapat ruang untuk saling mengenal, menguatkan, dan tumbuh bersama dalam keimanan. (#)

Baca Juga:  KDMP di Jatinom: Dari Draf AD/ART Menuju Kesejahteraan Warga

Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sayyidah Nuriyah