
Lek sekolah gawenen sepatumu
soale dalanane iku adoh lan dawa
Opo ae masalah lan penjalukmu
monggo dungo marang Gusti Alla
Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Hidup ini tak lepas dari ujian dan keinginan. Setiap langkah sering dihadang masalah, setiap hati dipenuhi harap. Namun, manusia hanyalah hamba yang serba terbatas. Karena itu, tiada jalan lain kecuali mengetuk pintu langit dengan doa. Doa adalah senjata orang beriman dan tali penghubung paling kuat antara hamba dengan Tuhannya.
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan (permintaan) bagimu.” (Al-Mu’min: 60)
Ayat ini menegaskan bahwa doa bukan sekadar permintaan, melainkan wujud pengakuan atas kelemahan manusia di hadapan Sang Maha Kuasa. Dengan doa, kita berserah diri, meletakkan seluruh kegelisahan dan harapan hanya kepada-Nya.
Baca juga: Awali dengan Niat Baik dan Optimisme
Karena itu, mari kita panjatkan doa penuh kerendahan hati:
- Ya Allah, ya Rabb … karuniakanlah kami keindahan hidup dengan hidupnya iman dan takwa dalam jiwa.
- Ya Allah, ya Rahman … limpahkan umur yang barokah, sehat lahir batin, agar kami selalu taat kepada-Mu.
- Ya Allah, ya Rahim … anugerahkan keluarga, rekan, dan lingkungan yang damai, sakinah mawadah warahmah, serta rezeki yang luas penuh berkah.
- Ya Allah, ya Hanif … karuniakanlah iman dan amal saleh agar semakin baik dari hari ke hari. Aamiin.
Malam hari adalah waktu yang penuh keberkahan. Di saat orang lain terlelap, bangunlah sejenak untuk menunaikan salat tahajud. Di sana, doa lebih mudah menembus langit, hati lebih khusyuk, dan pintu rahmat Allah terbuka lebar. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












