Opini

Mengakhiri Tuberkulosis: Komitmen dan Aksi Nyata untuk Kesehatan dan Produktivitas

30
×

Mengakhiri Tuberkulosis: Komitmen dan Aksi Nyata untuk Kesehatan dan Produktivitas

Sebarkan artikel ini
Hari Tuberkulosis Sedunia 2025 mengajak kita untuk bergerak bersama mengakhiri TB dengan komitmen, investasi, dan aksi nyata demi meningkatkan kesehatan dan produktivitas kerja masyarakat Indonesia.
Hari Tuberkulosis Sedunia

Hari Tuberkulosis Sedunia 2025 mengajak kita untuk bergerak bersama mengakhiri TB dengan komitmen, investasi, dan aksi nyata demi meningkatkan kesehatan dan produktivitas kerja masyarakat Indonesia.

Oleh: dr. Mohamad Isa, Sp.P.

Tagar.co – Setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS). Tema peringatan HTBS tahun 2025 di tingkat global adalah Yes! We Can End TB: Commit, Invest, Deliver.

Berdasarkan tema tersebut, Kementerian Kesehatan Indonesia menetapkan tema nasional HTBS 2025, yaitu GIATKAN: Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan Komitmen dan Aksi Nyata. Adapun sub-tema peringatan HTBS 2025 meliputi:

  1. Gerakan Indonesia Akhiri TB dengan Komitmen Bersama

  2. Gerakan Indonesia Akhiri TB dengan Investasi Berkelanjutan

  3. Gerakan Indonesia Akhiri TB dengan Aksi Nyata

Peringatan ini dipilih untuk menghormati Robert Koch, seorang dokter dan ilmuwan yang menemukan kuman Tuberkulosis (TB) pada tahun 1882, yaitu Mycobacterium tuberculosis. Penemuan ini sangat revolusioner, karena dengan diketahuinya kuman penyebab penyakit ini, banyak upaya dilakukan untuk menemukan obat yang dapat melawannya.

Baca Juga:  Pendidikan Gratis atau Makan Gratis?

Penyebab Penyakit TB

Penyakit TB disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis, yang umumnya menyerang paru-paru, tetapi bisa juga menyebar ke bagian tubuh lain (ekstra pulmoner). Kuman ini dapat berkembang biak di tempat yang dihuni, menyebabkan kerusakan jaringan, terutama di organ paru-paru, sehingga mengganggu fungsinya.

Baca juga: Misteri Kematian Mendadak: Sudden Death dalam Dunia Medis

Kerusakan pada organ paru-paru ini dapat memunculkan gejala seperti batuk lebih dari 3 pekan, sesak napas, batuk darah, nyeri dada, serta gejala sistemik seperti demam, nafsu makan menurun, keringat dingin, lesu, dan penurunan berat badan. Masa inkubasi penyakit TB bisa berlangsung antara 3 hingga 12 minggu setelah kuman masuk ke tubuh. Jika daya tahan tubuh seseorang menurun, maka kuman dapat berkembang dan memperburuk kondisi.

Produktivitas Kerja

Gejala dan keluhan yang muncul akibat penyakit TB dapat mengganggu produktivitas kerja. Pasien TB sering kali menunjukkan tanda-tanda kelelahan, nafsu makan menurun, serta sesak napas, yang sangat mempengaruhi performa mereka. Kondisi ini mengurangi kinerja pasien di tempat kerja.

Baca Juga:  Ingin Damai tapi Mengajak Perang

Bagi pasien TB, terutama yang mengalami infeksi luas, gangguan pada proses oksigenasi tubuh menjadi masalah besar. Pertukaran oksigen yang terjadi di alveoli paru sering terganggu akibat infeksi TB, sehingga menyebabkan batuk berdahak dan sesak napas. Hal ini jelas akan menurunkan produktivitas kerja mereka.

Pasien TB perlu istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh, menghindari kelelahan berlebihan, serta untuk mencegah penularan. Pada beberapa kasus, isolasi diperlukan hingga proses penularan berhenti dan status pasien menjadi negatif.

Penemuan Dini

Untuk mengatasi penyakit TB, pemerintah, organisasi profesi, dan organisasi kemasyarakatan bekerja sama untuk menemukan penderita sejak dini. Penemuan dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan pasien, tes dahak dengan Basil Tahan Asam (BTA), serta tes Cepat Molekuler, yang diikuti dengan pemeriksaan foto dada.

Pengobatan

Pengobatan TB memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar 6 hingga 9 bulan. Meskipun beberapa gejala bisa hilang dengan cepat, gejala lainnya mungkin hilang secara bertahap. Dengan pengobatan yang intensif, gejala-gejala TB akan berkurang dengan cepat.

Pencegahan

Beberapa langkah pencegahan TB meliputi vaksinasi BCG, menjaga daya tahan tubuh melalui olahraga, menjaga emosi, dan memastikan ventilasi udara yang cukup di rumah agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan. Selain itu, pemberian Terapi Pencegahan (TPT) bagi orang-orang yang berisiko tinggi tertular TB atau memiliki kondisi medis yang dapat menurunkan daya tahan tubuh juga sangat penting.

Baca Juga:  11 Manfaat Puasa bagi Kesehatan, 7 Tip Menjalankannya secara Optimal

Penutup

Penyakit TB dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Dengan motto TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh), pasien TB dapat sembuh, dan produktivitas kerja dapat tetap terjaga. Penyakit TB ini juga menjadi tantangan untuk kita semua agar terus belajar dan berinovasi dalam menemukan cara terbaik untuk menanggulangi TB.

Banjarmasin, 24 Maret 2025

Penyunting Mohammad Nurfatoni