Feature

Menanamkan Budaya Kolaboratif, FKIP UMG Hadirkan Open Class LSLC di SMK Muhammadiyah 2 Gresik

40
×

Menanamkan Budaya Kolaboratif, FKIP UMG Hadirkan Open Class LSLC di SMK Muhammadiyah 2 Gresik

Sebarkan artikel ini
Open class SMK Muhammadiyah 2 Gresik (Tagar.co/Riska Widiyanita Batubara)

Empat kelas di SMK Muhammadiyah 2 Gresik dibuka untuk diobservasi. FKIP UMG hadirkan pendekatan LSLC guna membangun budaya pembelajaran kolaboratif dan reflektif bersama para guru.

Tagar.co — Suasana pembelajaran tampak berbeda di SMK Muhammadiyah 2 Gresik pada Selasa, 20 Mei 2025. Empat kelas di sekolah ini dibuka lebar untuk diobservasi dalam kegiatan Open Class dan Refleksi Pembelajaran yang merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. Ia dirancang dalam kerangka Lesson Study Lesson Community (LSLC), sebuah pendekatan kolaboratif yang menekankan pengembangan pembelajaran berkelanjutan melalui praktik nyata di kelas. Sebelumnya, para guru telah mengikuti workshop literasi, numerasi, serta pelatihan perancangan pembelajaran sebagai tahap awal dari siklus LSLC.

Baca juga: Kolaborasi Mahasiswa KKN UMG dan Perangkat Desa Babakbawo Dorong UMKM Go Digital

Empat kelas yang terlibat dalam Open Class adalah mata pelajaran Senyawa Kimia kelas X TKI, Komunikasi Bisnis kelas X MPLB, Pendidikan Agama Islam kelas XI KI, dan Matematika Statistika kelas X DKV. Dalam pelaksanaannya, guru model menjalankan pembelajaran berdasarkan rancangan yang telah dibahas bersama pada tahap plan, sementara guru observer dan dosen FKIP UMG menyimak jalannya proses belajar secara mendalam.

Baca Juga:  Mahasiswa UMG Hadirkan Tandon Air Otomatis, Dukung Kenyamanan Ibadah Ramadan di Masjid Desa

Tim dosen pendamping dari FKIP UMG terdiri dari Dr. Fatimatul Khikmiyah, M.Sc., Dr. Irwani, M.Si., dan Riska Widiyanita Batubara, M.Pd. Mereka mendampingi guru model dan memfasilitasi refleksi usai kegiatan kelas berlangsung.

“Fokus kami bukan pada apa yang dilakukan guru, melainkan pada rancangan pembelajaran, jalannya kegiatan, serta ekspresi dan respons peserta didik selama proses belajar,” jelas Dr. Fatimatul Khikmiyah, Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat FKIP UMG.

Refleksi pembelajaran (Tagar.co/Riska Widiyanita Batubara)

Observasi yang dilakukan para guru dan dosen pendamping berlanjut ke sesi refleksi bersama. Di sinilah para guru menyampaikan masukan, berbagi perspektif, dan mengevaluasi kekuatan maupun tantangan dari proses pembelajaran yang berlangsung. Diskusi yang terbuka dan hangat ini menumbuhkan suasana kolaboratif yang positif antarpeserta.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Gresik, Syuhud Immawan, turut mengapresiasi inisiatif ini. “Kami sangat menyambut baik kegiatan pengabdian ini. Ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah kami,” ujarnya.

Kegiatan Open Class ini diharapkan menjadi pijakan awal dari pendampingan berkelanjutan terkait implementasi LSLC di SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Lebih jauh, pendekatan ini ditargetkan mampu menciptakan budaya belajar yang kolaboratif dan inovatif di lingkungan sekolah, memberi ruang bagi guru dan siswa untuk berkembang bersama dalam atmosfer pendidikan yang hidup. (#)

Baca Juga:  Akademisi Muhammadiyah Wanti-Wanti Dampak Impor AS pada Jaminan Halal

Jurnalis Riska Widiyanita Batubara Penyunting Mohammad Nurfatoni