
Soal tunjangan perumahan anggota DPR yang memicu demonstrasi rakyat mulai berbuntut. Lima anggota DPR dinonaktifkan partainya mulai 1 September.
Tagar.co – Lima anggota DPR dinonaktifkan oleh partainya gara-gara komentar dan sikapnya terhadap tunjangan perumahan Rp 50 juta.
Anggota DPR itu Eko Patrio, Uya Kuya dari PAN, Ahmad Sahroni, Nafa Urbach dari Partai Nasdem dan Adies Kadir dari Partai Golkar. Lima anggota DPR ini mestinya menjabat periode 2024-2029.
Pengumuman itu disampaikan juru bicara empat partai itu di tempat berbeda di Jakarta, Ahad (31/8/2025). Mereka non aktif per 1 September 2025.
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menjelaskan keputusan itu sebagai respon atas gejolak dan kritik publik yang ditujukan kedua tokoh tersebut.
Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya disorot karena berjoget di ruang sidang bersama beberapa anggota lainnya ketika mendengar pemberian tunjangan perumahan Rp 50 juta untuk anggota DPR.
Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach anggota DPR dari Nasdem pengumuman non aktif disampaikan Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim.
“Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat ternyata ada pernyataan dari pada wakil rakyat, khususnya anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” kata Hermawi Fransiskus Taslim.
Ahmad Sahroni memicu amarah masyarakat karena berkomentar demonstrasi menuntut pembubaran DPR sebagai tindakan tolol.
Akibat ucapannya itu, Sabtu (30/8/2025) siang, rumahnya di Tanjung Priuk digeruduk massa, harta bendanya dirusak dan dijarah.
Sedangkan Nafa Urbach berkomentar live yang ditayangkan medsosnya.
“Iya itu tadi, itu tuh bukan kenaikan, itu kompensasi untuk rumah jabatan. Ya, kan, rumah jabatan yang sekarang ini sudah tidak ada lagi. Jadi, rumah jabatan itu kan sekarang rumah-rumahnya itu sudah dikembalikan ke pemerintah. Jadi sekarang itu mendapat kompensasi untuk kontrak. Jadi anggota Dewan itu kan, gak orang Jakarta semuanya guys. Itu kan dari seluruh pelosok Indonesia gitu. Jadi gak semuanya punya rumah di Jakarta gitu,” kata Nafa Urbach.

Sementara Partai Golkar menonaktifkan Adies Kadir dari anggota DPR Fraksi Partai Golkar diumumkan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji.
Penonaktifan Adies Kadir ini, kata dia, untuk pendisiplinan dan etika sebagai anggota dewan.
“Menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak Senin, 1 September 2025,” kata Sarmuji.
Komentar Adies Kadir yang dinilai bermasalah dia mengatakan tunjangan itu untuk sewa rumah di Jakarta sehari Rp 3 juta. Kalau dihitung sebulan masih kurang sehingga harus nambahi.
Lima anggota DPR ini sebelumnya lewat video di medsos membuat pernyataan minta maaf kepada masyarakat atas komentar dan sikapnya yang tak pantas. (#)
Penyunting Sugeng Purwanto












