
Latihan bersama dilakukan santri Ponpes Darul Muhajirin dan Ma’had Bahrusysyifa menjelang berangkat ke Jabore Dunia 100 Tahun Gontor.
Tagar.co – Halaman Pondok Pesantren Darul Muhajirin Desa Wonokerto, Gucialit, Lumajang, pagi itu ramai oleh suara takbir dan tawa santri.
Ahadi, (31/8/2025), santri Darul Muhajirin dan Ma’had Bahrusysyifa berkumpul bersama di halaman itu.
Mereka sedang mempersiapkan diri menuju Jambore Dunia di Cibubur, Depok, sebuah perhelatan akbar Milad 100 Tahun Gontor.
Latihan bersama itu dipimpin Ketua IKPM Lumajang, Teguh Hidayat Indariyanto, S.Pd.I.
Mereka latihan tali temali, semapore gladi bersih, pembacaan Dasa Darma Pramuka memakai tiga Bahasa Arab, Indonesia, Inggris, dan latihan tari topeng kaliwungu.
“Kegiatan ini kita lakukan agar santri dari dua pondok ini bisa akrab. Mereka saling mengenal, saling menyemangati, dan siap mewakili Lumajang dengan gembira,” ujar Teguh.
Bagi Teguh Hidayat, momen ini bukan sekadar persiapan teknis. Tapi kenangan berharga sekaligus modal hidup bagi para santri.
“Ini istimewa. Jarang ada kesempatan seperti ini. Santri kita akan membawa nama baik Lumajang di ajang dunia. Maka jangan disia-siakan,” katanya penuh semangat.
Besok, Senin 1 September 2025, para santri dilepas secara resmi oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, M.Si di Pendapa Kabupaten, pukul 15.00 WIB.
Meski pemberangkatan ke Cibubur masih 6 September, pelepasan dilakukan lebih awal karena menyesuaikan jadwal bupati.
Wali santri juga diundang. Mereka menyaksikan putra-putrinya berdiri sebagai santri pilihan, wajah-wajah muda yang akan membawa nama Lumajang ke panggung internasional.
“Anak-anak, tetap semangat. Terus belajar. Buktikan kalian bisa mengharumkan Lumajang,” pesan Teguh.
Rencananya, rombongan santri akan berangkat menggunakan kereta api, dengan dukungan Bupati Indah.
Samsul Muarif, pengasuh Pondok Pesantren Darul Muhajirin, menegaskan pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatu dengan maksimal.
“Karena ini momen di hadapan bupati, maka para santri kami instruksikan untuk berlatih serius. Jangan sampai membuat malu nantinya,” ucapnya.
Ia menambahkan, pembawa acara dalam pelepasan juga disiapkan dari santri Darul Muhajirin. Bahkan akan ada penampilan tarian Topeng Kaliwungu, ciri khas Lumajang, yang rencananya juga dipentaskan di lokasi jambore di Cibubur.
“Selain membawa nama baik pondok, kita juga mengenalkan budaya Lumajang agar dikenal dunia,” jelasnya.
Samsul menaruh harapan besar. Lewat jambore ini, santri-santri Lumajang tumbuh menjadi generasi tangguh, siap dalam kondisi apa pun, sekaligus kader bangsa yang militan dan mencintai tanah air.
“Melalui Pramuka, banyak pendahulu kita sudah memberi contoh. Sekarang giliran santri-santri ini yang harus melanjutkan,” ujarnya.
Di balik semua persiapan itu, tersimpan harapan besar. Bahwa santri-santri kecil dari desa ini akan pulang membawa pengalaman, kenangan manis, dan tekad untuk terus menjaga nama baik daerahnya. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto













