Telaah

Kursi Kekuasaan: Ujian Dunia yang Tak Pernah Usai

44
×

Kursi Kekuasaan: Ujian Dunia yang Tak Pernah Usai

Sebarkan artikel ini
Kursi Kekuasaan: Ilustrasi freepik.com premium

Dulu berkuasa, kini mengkritik. Siklus kekuasaan memang tak ada habisnya. Bagaimana kita menyikapinya?

Kursi Kekuasaan: Ujian Dunia yang Tak Pernah Usai; Telaah oleh Dwi Taufan Hidayat, Pembina Takmir Musala Al-Ikhlas Desa Bergas Kidul Kabupaten Semarang.

Tagar.co – Dulu, saat menjabat, rakyat sering mengeluh, “Pak, harga naik! Pak, pajak makin mencekik!” Sang pemimpin hanya tersenyum, seolah semua baik-baik saja. Kini, setelah turun dari jabatan, giliran pemimpin baru yang pusing karena ulahnya yang masih suka mengkritik dan membuat gaduh.

Fenomena ini mengingatkan kita pada firman Allah:

وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia…” (Ali ‘Imran: 140)

Jabatan ibarat sandal di masjid; kadang ada, kadang hilang. Saat berkuasa, seolah dunia dalam genggaman. Namun, setelah lengser, masih saja ingin tampil dan berkomentar seakan masih memegang kendali.

Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (H.R. Bukhari)

Baca Juga:  Mengapa Salat Wanita di Rumah Lebih Utama? Ini Penjelasan Syariat

Baca juga: dwi

Jadi, saat diberi amanah, jalankan dengan baik. Dan ketika masa itu usai, terimalah dengan lapang dada. Jangan sampai, saat berkuasa menyusahkan rakyat, setelah turun malah menyusahkan pemimpin baru.

Ingatlah, hidup ini adalah ujian. Baik saat di atas maupun di bawah, setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban. Sebagaimana firman Allah:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ. وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Az-Zalzalah: 7-8)

Mari kita renungkan, apakah selama ini kita sudah menjalankan amanah dengan benar? Ataukah justru menjadi bagian dari siklus yang menyusahkan? (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni