
Bukan sekadar survei daring, Sulingjar 2025 di SD Almadany Gresik menjadi momen refleksi bersama. Guru dan kepala sekolah duduk dalam suasana hangat, menjawab dengan kejujuran tentang kondisi nyata pembelajaran.
Tagar.co – Suasana penuh kebersamaan tampak di ruang guru SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, pada Jumat (19/9/2025). Siang itu, lima belas ustaz dan ustazah, terdiri dari kepala sekolah dan 14 guru, duduk bersama untuk mengisi Survei Lingkungan Belajar atau Sulingjar 2025.
Kegiatan yang berlangsung serentak ini menjadi momentum refleksi bagi para pendidik. Bukan sekadar menjawab soal daring, melainkan menghadirkan kejujuran dan kepedulian tentang kondisi nyata sekolah tempat mereka berkhidmat.
Kebersamaan dalam Mengisi Sulingjar
Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, semua guru dapat duduk dan mengisi Sulingjar dengan baik,” ujarnya penuh rasa lega.
Baca juga: Air Mata Kolektif di SD Almadany: Film Ayah-Ibu yang Menggetarkan Hati Siswa
Lilik menambahkan, meskipun kontennya sama, soal yang muncul di tiap akun guru tidak seragam. Ada yang berbeda urutan, bahkan jumlah soal yang diterima pun bervariasi.
Hal itu, menurutnya, justru menegaskan keseriusan sistem agar setiap guru mengisi dengan sungguh-sungguh sesuai pengalaman masing-masing.
Apa Itu Sulingjar 2025?
Sulingjar 2025 merupakan instrumen evaluasi lingkungan belajar yang wajib diisi oleh kepala sekolah dan guru dari jenjang PAUD, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, hingga MA.
Pengisian dapat dilakukan melalui laman resmi surveilingkunganbelajar.kemdikbud.go.id, mulai 15 September hingga 10 Oktober 2025.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), tujuan survei ini adalah memotret secara jujur kondisi nyata lingkungan belajar di sekolah. Hasilnya diharapkan menjadi pijakan bagi pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Para pendidik diminta mengisi berdasarkan pengalaman riil selama satu tahun ajaran terakhir. Dengan demikian, Sulingjar tak hanya sekadar isian administratif, tetapi juga menjadi cermin keseharian dunia pendidikan di lapangan.
Refleksi Guru Almadany
Bagi guru-guru SD Almadany, kegiatan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban. Momen duduk bersama dalam ruang yang hangat itu menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, berdiskusi ringan, sekaligus menguatkan komitmen mereka sebagai pendidik.
“Rasanya seperti sedang diajak merenung. Bagaimana kita mengelola kelas, bagaimana suasana belajar, hingga tantangan yang dihadapi. Semua muncul kembali di benak saat menjawab,” ungkap salah satu guru.
Kebersamaan itu melahirkan suasana penuh makna. Sulingjar 2025 pun menjadi ajang memperkuat komitmen SD Almadany dalam menghadirkan sekolah yang ramah, inspiratif, dan menumbuhkan semangat belajar anak-anak.
Jurnalis Mahfudz Efendi Penyu












