
Ketua PW IPM Kaltara Indri Narulita ungkap Belantara, aksi nyata pelestarian lingkungan. Aksi ini ia sampaikan pada Borneo Morning Show yang langsung tersiar melalui kanal YouTube Borneo TV.
Tagar.co – Momen peringatan Hari Bumi 2025 menjadi sorotan dalam diskusi Borneo Morning Show. Acara ini tersiarkan langsung melalui kanal YouTube Borneo TV, Selasa (22/4/2025). Bersama pemandu acara Herry Fitrian, diskusi ini bertema “Hari Bumi, Sekadar Seremonial atau Aksi Nyata?”.
Hadir Ketua Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Kalimantan Utara Indri Narulita. Selain Indri, diskusi tersebut juga menghadirkan dua narasumber lainnya. Yaitu Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Tarakan Ahmad Satriansyah, S.Hut., M.H., Ketua IMPA UB Tarakan Harry Pradana.
Dalam peringatan Hari Bumi 2025 pada 22 April, Indri menyampaikan pesan penting terkait peran IPM dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sebelum memaparkan penjelasannya, terlebih dahulu Indri memberikan pengantar.
“Sebenarnya bidang lingkungan hidup IPM sendiri bisa terbilang salah satu bidang yang baru ada. Tapi alhamdulillah sudah mulai terlihat kontribusinya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Indri mengungkap salah satu program unggulan yang Pimpinan Pusat IPM instruksikan kepada seluruh kader di Indonesia. Ialah gerakan penanaman pohon sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Ia menambahkan, melalui bidang lingkungan hidup, IPM berupaya untuk ikut serta menjaga kelestarian lingkungan dari adanya berbagai ancaman yang dapat merusak lingkungan. Sebenarnya, Indri mengungkapkan, tidak ada agenda khusus dari teman-teman IPM untuk memperingati hari bumi ini.
Belantara
Namun, PW IPM Kalimantan Utara memiliki program bernama “Belantara” yang terbuka bagi kader IPM dan aktivis lingkungan lainnya. Program ini lahir dari keresahan akan tingginya volume sampah rumah tangga di Tarakan serta dampak maraknya industri terhadap lingkungan di Kalimantan Utara.
“Program Belantara ini berupa pelatihan advokasi dan pembekalan pengorganisasian. Kami bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah nasional seperti Activ Asia dan Enter Nusa,” jelas Indri.
Melalui program ini, IPM berupaya meningkatkan kesadaran akan krisis iklim dan membekali kader dengan pengetahuan serta keterampilan untuk mengadvokasi isu-isu lingkungan yang berdampak pada wilayah Kalimantan Utara.
Menanggapi pertanyaan mengenai konsistensi IPM dalam isu lingkungan, Indri menegaskan komitmen PW IPM Kalimantan Utara untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menyebutkan bahwa “Belantara” merupakan tindak lanjut dari kegiatan Future Green Leaders Camp 2023.
Di akhir diskusi, Indri menyampaikan imbauan kepada seluruh kader IPM se-Indonesia untuk lebih peduli dan proaktif terhadap isu-isu lingkungan. “Agar kualitas lingkungan di sekitar kita bisa lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya. (#)
Jurnalis Habib Amrullah Penyunting Sayyidah Nuriyah












