Telaah

Kerja dan Doa, Dua Sayap Bahagia

35
×

Kerja dan Doa, Dua Sayap Bahagia

Sebarkan artikel ini
Ustaz Soedjono

Nang Karanggeneng tuku bakso urat
mbungkus selawe ditumpakno sepeda
Pingin urip seneng dunya lan akhirat
kudu sregep nyambut gawe lan ibadah

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Setiap orang mendambakan kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Namun, keduanya tidak datang dengan sendirinya. Dunia memerlukan usaha, kerja keras, dan ketekunan; sementara akhirat menuntut ketulusan, ketaatan, dan ibadah yang istiqamah.

Dalam sebuah nasihat yang terkenal, kita diajarkan untuk menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat:

اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأنَّك تَعِيشُ أبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok pagi.”

Pesan ini mengingatkan kita bahwa bekerja bukan sekadar mencari rezeki, tetapi juga sarana ibadah. Dan beribadah bukan berarti meninggalkan kerja dunia, justru keduanya harus saling menguatkan.

Hidup yang seimbang adalah hidup yang memadukan kerja keras dan ibadah. Dunia memerlukan usaha dan perjuangan, sementara akhirat membutuhkan ketundukan dan amal salih. Keduanya tidak boleh dipisahkan, karena dunia adalah ladang untuk menanam, dan akhirat adalah tempat memanen.

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Bekerja dengan sungguh-sungguh adalah wujud syukur atas nikmat sehat dan waktu yang Allah berikan. Ibadah yang tekun adalah bukti cinta kepada-Nya dan persiapan untuk perjalanan panjang setelah kematian.

Namun, kekuatan untuk terus bekerja dan beribadah itu tidak selalu datang dari diri sendiri. Kita memerlukan pertolongan dan bimbingan Allah agar semangat tetap menyala, tubuh tetap sehat, dan hati tetap istiqamah.

Doa yang bisa kita panjatkan: Ya Allah… ya Rabb… kobarkanlah di dada ini semangat, limpahkanlah badan ini sehat walafiat, cukupkanlah hidup ini dengan nikmat, naungilah jiwa ini dengan rahmat, bimbinglah dalam menunaikan amanat, dan bahagiakanlah kami di dunia dan akhirat. Amin.

Monggo nderekaken salat tahajud untuk menguatkan ruhani sebelum beraktivitas, dan dhahar sahur shiyam dinten Senin untuk melatih disiplin serta menjaga kesehatan. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni