
Kemenangan tak terduga siswa SD Musix Surabaya ini membuat sang guru pendampingnya spontan menggendongnya. Sebuah kisah inspiratif di Aksi Spotic.
Tagar.co – Sorak sorai dan tepuk tangan menggema di lantai 13 Gedung Rektorat At-Tauhid Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Sabtu (14/12/2024).
Ajang Apresiasi Kreasi Seni Islami dan Sains, Sport, Matematika, Islamic Olympic (Aksi Spotic), acara rutin Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD/MI Muhammadiyah Surabaya, menjadi saksi bisu sebuah momen yang mengharukan sekaligus membanggakan.
Aksi Spotic tahun ini diawali dengan upacara pembukaan meriah pada pukul 08.00, menampilkan beragam pertunjukan dari sekolah-sekolah di bawah naungan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya.
Setelah sambutan dari para pimpinan, peserta dan pendamping beranjak menuju ruang-ruang lomba di lantai 9, 10, dan 11, kecuali lomba Nasyid yang tetap di lantai 13.
Baca juga: SD Musix Surabaya Pertahankan Gelar Juara Umum di Aksi Spotic 2024
Semua mata tertuju pada pengumuman pemenang setelah salat Zuhur. Kecemasan dan harapan bercampur-aduk di wajah para siswa dan pendamping yang memenuhi aula. Pembawa acara memecah keheningan dengan sapaan bersemangat, “Anak-anak sudah siap mendengarkan hasil lomba dan menerima hadiah?” Dijawab serentak dengan teriakan “Siap!”
Pengumuman demi pengumuman dibacakan, riuh-rendah sorak sorai menyertai setiap nama yang dipanggil ke atas panggung. Tibalah saat pengumuman pemenang lomba Ismu in Arabic.
Abdul Ghani Ar-Rasyid Bustomi, siswa kelas V-B dari SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix), tampak gelisah. “Kira-kira teman kita ada yang dipanggil nggak ya Ustaz?” tanyanya kepada Sapto Gunawan SPd, guru PJOK yang mendampinginya.
Saat pembawa acara menyebut, “Abdul Ghani Ar-Rasyid Bustomi perwakilan dari SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya!” aula sontak bergemuruh. Teriakan histeris dan tepuk tangan membahana.
Tanpa diduga, Sapto Gunawan secara spontan mengangkat tubuh mungil Gani dan menggendongnya menuju panggung. Aksi spontanitas atas kemenangan tak terduga ini sontak memancing perhatian seluruh hadirin, yang ikut memberikan applaus meriah.
Muthmainatulfuadah SPdI, pembina dan guru Bahasa Arab SD Musix, mengungkapkan keterkejutannya. “Alhamdulillah, kami sebenarnya tidak menyangka kalau Gani yang bisa juara satu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ia tidak secara khusus mengunggulkan Gani dibandingkan peserta lain.
Gani sendiri, dengan wajah berseri-seri, menyambut kemenangan itu dengan rasa syukur. “Alhamdulillah, Ustadzah. Saya bisa juara satu,” ucapnya sambil menyalami Muthmainatulfuadah.
Kemenangan Gani, anak yang berpostur kecil itu, terasa begitu istimewa. Ia bahkan baru menyadari namanya dipanggil sebagai juara pertama saat digendong gurunya ke atas panggung. Momen ini tidak hanya menjadi bukti prestasi seorang siswa, tetapi juga potret kehangatan dan dukungan seorang guru yang turut berbahagia atas keberhasilan muridnya.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi semua yang hadir, bahwa dengan semangat, kerja keras, dan dukungan yang tulus, mimpi dapat diraih, bahkan yang terduga sekalipun.











