
Kreativitas kunci mengejar impian tak terbatas. Kak Jun mendorong Alumni Mugeb School untuk berani berimajinasi, mencoba hal baru, berkolaborasi, dan percaya diri menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.
Tagar.co – Suasana khidmat bercampur antusiasme terasa kental di Aston Gresik pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sebanyak 134 peserta didik kelas VI SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) yang mengikuti Mugeb Impressive Achievement (MIA) 2025 terpukau saat Rahmad Junaedi, S.Pd.I., tampil.
Motivator yang akrab disapa Kak Jun ini membuka sesinya dengan suara-suara unik. Seperti desingan peluru, ringkikan kuda, hingga tiupan terompet yang seluruhnya berasal dari mulutnya yang terlatih. Aksi tersebut sontak membuat seluruh hadirin bertepuk tangan meriah.
Dalam paparannya, Kak Jun menyoroti pentingnya persiapan diri untuk melangkah ke jenjang berikutnya. “Tidak terasa sudah enam tahun bersama sekolah di Mugeb School. Bersama-sama pada akhir perjalanan di tempat yang penuh berkah,” ungkap Kak Jun, menyiratkan kebersamaan dan perjalanan panjang yang telah para siswa lalui.
Lebih lanjut, Kak Jun menekankan pentingnya konsep “Creative Infinity” atau kreativitas tanpa batas. Ini sejalan dengan tema yang diusung pada gelaran MIA 2025 ini. Ia menguraikan, ini adalah kunci bagi alumni Mugeb School untuk terus berkarya.
“Teman-teman yang sudah lulus jangan bersantai diri, karena liburan belajarnya nanti aja. Perbanyak doa, zikir, istigfar, agar dimudahkan urusannya oleh Allah,” pesan penulis buku berjudul Jurus Jitu Mahir Mendongeng tersebut.
4 Pilar Kreatif
Untuk melahirkan generasi yang memiliki “Creative Infinity,” Kak Jun membagikan empat pilar utama.
Pertama, imajinasi tanpa batas. Sebagai seorang siswa untuk mewujudkan kreativitas maka harus mempunyai imajinasi yang sangat tinggi, “Berlatihlah dengan memiliki imajinasi yang tinggi, bermimpi, berkhayal setinggi-tingginya” ujarnya mendorong para siswa untuk berani berangan-angan besar.
Kedua, keberanian mencoba. “Imajinasi itu penting, tapi akan menjadi angan-angan saja jika tidak mau mencoba mulai dari yang terkecil, terdekat dan yang termudah. Jangan mudah menyerah, jangan putus asa,” tegas bapak kelahiran Biak, 6 Juni 1980 itu. Ia mengingatkan bahwa tindakan nyata adalah kuncinya.
Ia juga menyelipkan pesan religius, “Rida Allah bergantung rida orang tua.” Karena itu, apabila akan menciptakan suatu kreativitas apapun, kata Kak Jun, tidak boleh lupa untuk izin kepada orang tua.
Ketiga, kolaborasi dan kerjasama. Kak Jun mengingatkan agar tidak merasa paling hebat dan menutup diri “Kerja sama, harus ditekankan dalam urusan duniawi maupun akhirat. Kalau sendiri-sendiri kita tidak akan bisa, tetapi kalau bareng-bareng tentu kita akan bisa” tuturnya, menekankan pentingnya sinergi dalam mencapai tujuan.
Percaya Diri Kuncinya
Terakhir, percaya diri. Menurut peraih juara I lomba bercerita dengan alat peraga HAN IGTKI Provinsi Jateng 2011 itu, percaya diri adalah elemen krusial agar setiap potensi dapat teraktualisasi.
Sang motivator juga memberikan pengingat kepada peserta MIA dan seluruh hadirin untuk selalu bersyukur atas apapun yang bisa dilakukan dengan keadaan baik dan normal tanpa kekurangan.
Di akhir motivasinya, ia memberikan beberapa hadiah untuk siswa yang aktif dan mampu mengikuti sesi ice breaking dengan fokus. Para siswa pun kian semangat menyimak sampai sesi motivasi berakhir. (#)
Jurnalis Ilmi Zahrotin Faidzullah Al Hamidy Penyunting Sayyidah Nuriyah












