
Ojo pesen lek gak duwe dhuwik,
ojo bosen lek dadi wong apik
Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Islam menuntun umatnya untuk tidak berjalan sendiri, melainkan saling menguatkan. Spirit kebersamaan itu ditegaskan Allah Swt. dalam firman-Nya:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (Al-Maidah: 2)
Ayat ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam kebaikan. Setiap muslim dipanggil untuk bahu-membahu, saling menopang dalam amal saleh, serta bersama-sama menegakkan nilai takwa.
Bahkan, tangan kita pun harus terulur untuk membantu orang lain yang pernah mengecewakan kita. Jangan biarkan rasa kecewa menghalangi langkah berbagi. Kebaikan yang kita berikan tetap tercatat sebagai amal saleh, meski respon dari manusia kadang tak sesuai harapan.
Sejatinya, kebaikan tidak pernah sia-sia. Mungkin balasan dari manusia tidak selalu datang, tetapi Allah Swt. tidak pernah menutup mata. Setiap amal akan kembali kepada pelakunya, meski terkadang melalui jalan yang tak terduga.
Itulah mengapa orang beriman dituntut untuk ikhlas, berbuat bukan karena pamrih, melainkan semata-mata mencari rida Allah.
Dalam kehidupan sosial, sikap ini menjadi energi yang menyatukan. Ketika satu sama lain saling menolong, maka lahirlah lingkungan yang penuh kasih, jauh dari dendam dan permusuhan. Itulah wajah Islam yang menyejukkan, hadir bukan untuk menuntut balasan, melainkan memberi tanpa batas.
Jangan Tunda
Jangan menunda untuk membantu, sebab kesempatan itu bisa jadi tidak datang dua kali. Berbagi rezeki, ilmu, perhatian, atau bahkan sekadar doa—semuanya memiliki nilai di sisi Allah.
Baca juga: Menjaga Lisan, Menyelamatkan Iman
Niatkan setiap kebaikan hanya untuk mencari rida-Nya, bukan untuk balasan manusia. Karena pada akhirnya, amal saleh itulah yang akan menopang kesuksesan kita, di dunia maupun di akhirat.
Mari kita jadikan hidup ini ladang kebaikan. Jangan bosan berbagi nikmat, jangan lelah menebar manfaat. Malam ini monggo kita sempurnakan dengan salat tahajud sebagai wujud syukur, memohon kekuatan agar istikamah di jalan kebaikan. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












