Feature

Inovasi Baru di Mimsagum: Ngaji Bersama Usai Salat Duha

49
×

Inovasi Baru di Mimsagum: Ngaji Bersama Usai Salat Duha

Sebarkan artikel ini
Siswa-siswi kelas 4-6 MI Muhammadiyah 1 Gumeno melaksanakan tadarus Al-Qur’an bersama di musala sekolah usai salat Duha berjemaah, Selasa 22 Juli 2025. (Tagar.co/Arinda Nur Sakinah)

MI Muhammadiyah 1 Gumeno (Mimsagum) menghadirkan inovasi baru di tahun ajaran 2025/2026. Setelah salat Duha, siswa-siswi tak langsung kembali ke kelas, melainkan melingkar di musala dan ruang belajar untuk Ngaji Bersama.

Tagar.co – Cahaya matahari menyelinap lembut melalui jendela-jendela besar, menerangi kelompok-kelompok kecil siswa berseragam biru langit yang duduk melingkar, masing-masing membuka lembaran mushaf. Tak terdengar riuh canda. Yang ada hanya suara lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengalun syahdu dari bibir-bibir mungil mereka.

Inilah wajah baru rutinitas pagi di MI Muhammadiyah 1 Gumeno (Mimsagum), Manyar, Gresik, Jawa Timur. Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, madrasah ini menggagas pembiasaan baru: Ngaji Bersama setelah salat Duha berjemaah. Dimulai sejak Selasa, 22 Juli 2025, kebiasaan ini dimaksudkan sebagai langkah kecil namun bermakna dalam mendekatkan siswa pada Al-Qur’an.

Biasanya, selepas salat Duha siswa langsung kembali ke kelas untuk doa bersama dan membaca Juz 30 secara individu. Namun kali ini, mereka membaca surah Al-Qur’an dalam kelompok kelas yang telah ditentukan. Dimulai dengan zikir dan doa belajar bersama, lalu mereka membentuk lingkaran di bawah bimbingan guru untuk membaca surah pilihan sesuai jenjang.

“Tujuan dilaksanakannya pembiasaan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hafalan dan bacaan kalian. Ini juga akan menjadi bekal saat kelas 6 nanti menghadapi ujian Tahfidz. Jadi tidak sekadar membaca, tapi juga harus hafal dengan tajwid yang benar,” jelas Kepala Mimsagum, Alfajariyah, M.Pd., Senin (28/7/2025).

Stimulus Rohani dan Disiplin

Program Ngaji Bersama ini bukan hanya menanamkan semangat menghafal, tapi juga membentuk karakter disiplin dan kekompakan siswa. Membaca ayat suci secara berulang-ulang dalam kebersamaan diyakini menjadi metode efektif memperkuat hafalan sekaligus menanamkan cinta pada kitab suci sejak dini.

“Tadarus secara berulang-ulang merupakan salah satu cara yang pas untuk meningkatkan hafalan anak-anak. Kita kalau membaca bacaan yang sama secara konsisten tentu akan membekas. Apalagi anak-anak, ingatannya masih tajam,” tambah Alfajariyah.

Di tengah gempuran konten digital yang kurang mendidik, kegiatan ini menjadi pelindung nilai-nilai spiritual siswa. Ia menjadi cara sederhana namun ampuh untuk mengimplementasikan rukun iman ketiga: iman kepada kitab Allah.

Siswa-siswi kelas 3 MI Muhammadiyah 1 Gumeno khusyuk melaksanakan salat Duha sebelum mengikuti kegiatan Ngaji Bersama di kelas masing-masing (Tagar.co/Arinda Nur Sakinah)

Pembagian Kelas dan Surah

Agar proses lebih efektif dan terukur, kegiatan Ngaji Bersama bersama dilakukan terpisah sesuai tingkat kelas. Kelas 1-3 melaksanakan di ruang kelas masing-masing dengan pendamping dua guru, sedangkan kelas 4-6 dilakukan di musala.

Pembagian surah pun disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat kesulitan:

  1. Kelas 1: An-Naas – Al-‘Ashr

  2. Kelas 2: At-Takatsur – Al-Bayyinah

  3. Kelas 3: Al-Qadr – Asy-Syams

  4. Kelas 4: Al-Balad – Al-Fajr

  5. Kelas 5: Al-Ghasyiyah – Al-A’la

  6. Kelas 6: Ath-Thariq – An-Naba’

Dengan metode bertahap ini, siswa diharapkan dapat menuntaskan hafalan Juz 30 selama enam tahun masa belajar. Jika naik kelas, mereka tinggal murajaah hafalan sebelumnya dan melanjutkan hafalan baru sesuai target kelasnya.

Harapan besar dititipkan dalam program ini: bukan hanya mencetak anak-anak yang fasih membaca dan menghafal Al-Qur’an, tapi juga yang menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam keseharian. Sebab dari Musala yang teduh inilah, calon-calon khalifah di bumi mulai menapaki jejak spiritualnya. (#)

Jurnalis Arinda Nur Sakinah Penyunting Mohammmad Nurfatoni