
AMM Gresik inisiatif selenggarakan kurban ramah lingkungan dengan besek dan daun jati. Meski sempat hadapi tantangan, AMM kukuh wujudkan “Kurban Hijau” untuk kurangi sampah plastik.
Tagar.co – Penyembelihan hewan kurban oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gresik dalam Ekspedisi Syiar Muhammadiyah (Ekspresimu) berlangsung di halaman Masjid Al-Jihad. Tepatnya di Dusun Pucung, Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Gresik.
Agenda ini berjalan lancar dengan menerapkan konsep ramah lingkungan, Jumat (6/6/2025). Tiga ekor sapi dan empat ekor kambing dari sahibul kurban mereka sembelih sebagai wujud semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha.
Proses penyembelihan terlaksana sesuai syariat Islam. Masyarakat Desa Sidomukti turut serta dalam kegiatan ini. Mulai dari penyembelihan hingga pendistribusian daging. Semua berlangsung tertib dan penuh semangat gotong royong.
Kegiatan ini tak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga contoh konkret pelestarian lingkungan. Pasalnya, seluruh daging kurban yang panitia bagikan kepada masyarakat setempat menggunakan kemasan ramah lingkungan. Yakni menggunakan besek bambu beralaskan daun jati sebagai pembungkus.

Siap Kurban Hijau
Ketua Panitia, Zusli Zaidar Rahman, S.Kep.Ns., saat sambutan menjelaskan, Nasyiatul Aisyiyah menginisiasi gerakan “Kurban Hijau” atau green kurban. Langkah ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pengurangan sampah plastik yang selama ini kerap menjadi persoalan dalam distribusi daging kurban.
“Ini sebagai masukan agar ke depan, warga juga bisa melestarikan lingkungan dengan meminimalkan sampah plastik,” ujar Zusli, Kamis (5/6/2025) pagi.
Penggunaan kemasan alami tersebut merupakan komitmen AMM Gresik untuk menjalankan prinsip “Islam Berkemajuan” yang tak hanya memperhatikan aspek ibadah, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan pelestarian alam. Sejak rapat pada Senin (2/6/2025), AMM Gresik telah sepakat mengusung konsep green kurban tersebut.
Alhasil, hingga h-2 Iduladha, Nasyiah berhasil mengumpulkan 400 daun jati. Kemudian mulai Jumat (6/6/2025) pagi, kader AMM putri dari PDNA Gresik, PCNA Bungah, PD IPM Gresik maupun PC IMM Gresik turut membantu memasukkan daun jati ke dalam besek.
Sementara itu, AMM putra dari PDPM, IPM, IMM, HW, maupun Tapak Suci fokus pada prosesi penyembelihan, pemotongan, dan penimbangan daging kurban. Kokam turut hadir mengamankan lingkungan.

Keteguhan Panitia
Siapa sangka, pada hari-H, panitia juga menghadapi tantangan dari keinginan warga setempat untuk menggunakan kantong plastik seperti pada umumnya. Awalnya, panitia penyembelihan kurban dari PRM setempat sempat mengeluarkan beberapa pak kantong plastik kecil dan besar.
Dengan tegas mereka menyampaikan, penggunaan kantong kresek berfungsi sebagai pembeda daging kambing. Melihat itu, Wakil Ketua PDNA Gresik Bidang LHPB Maftuchatus Saidah, S.Pd langsung menghela napas panjang. “Ya Allah, bagaimana ya,” batinnya sedih.
Bersama rekan sesama Duta Green Nasyiah, Esti Darmawati, S.Ant., perempuan yang akrab disapa Iid itu mencoba berbicara perlahan mengenai konsep kurban hijau dengan PRM setempat. “Harapannya, daging sapi tetap diletakkan di daun jati dan besek ini ya, Pak,” ujar Esti.
“Kalau nanti ditambahkan kantong plastik untuk pembeda daging kambing atau jeroannya, silakan,” tambah Iid.
Pihak PRM pun kukuh memakai kantong plastik besar lagi setelah daging mereka wadahi besek. Dengan alasan memudahkan panitia maupun penerima untuk membawanya.
“Nanti kita ikat dengan tali rafia sehingga membantu warga mengangkat besek dengan mudah,” bujuk Iid.
Setelah diskusi panjang, pihak PRM akhirnya menerima. Iid dan Esti pun terharu. “Alhamdulillah, ternyata besek dan daun jati yang kami siapkan hampir seluruhnya terpakai,” ujar Iid sambil meneteskan air mata haru.
“Masyaallah, bangga PRM Pucung mau bekerja sama. Di balik ketegasan pihak PRM Pucung, alhamdulillah akhirnya mau menerima konsep green kurban ini. Kantong plastik besar itu pun terpakai sebagian untuk kondisi mendesak saja. Tidak apa-apa, setidaknya tidak sepenuhnya memakai kantong plastik,” lanjut ibu dua anak itu.

Respon Positif dan Harapan Berkelanjutan
Para penerima daging kurban tampak senang. Menurut mereka, besek dan daun jati menjadi tempat pembungkus daging yang unik. Mengingat biasanya pembagian hewan kurban di sana menggunakan kantong kresek.
Seperti kata salah satu warga Dusun Pucung berjilbab merah muda dan bergaris hitam yang menerima daging dalam besek dan daun jati. Dengan sumringah, perempuan yang tidak diketahui namanya itu berkomentar, “Lebih enak kayak gini sih. Ini belum pernah ada. Ramah lingkungan. Terima kasih ya, barakallah.”
Bakti sosial Iduladha bersama AMM Gresik ini pun menjadi pengalaman berharga bagi seluruh kader AMM Gresik. Termasuk Diana Herawati, kader PD IPM Gresik.
Diana, sapaannya, bersyukur bisa turut berpartisipasi dalam Ekspedisi Syiar Muhammadiyah 2025. Ini kegiatan kurban bersama perdana oleh gabungan AMM Gresik sebagai bentuk dakwah dan penguatan ukhuwah Islamiah di pelosok desa.
“Tahun pertama ini, Desa Sidomukti menjadi lokasi pilihan karena dinilai memiliki semangat kolaboratif yang tinggi dalam mendukung kegiatan sosial-keagamaan. Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga dan tokoh masyarakat setempat,” imbuh Diana.
“Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, kami, AMM Gresik, berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lain dalam merayakan Iduladha secara bijak dan bertanggung jawab,” imbuhnya. (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












