
Jambore Dunia 100 tahun Pondok Modern Gontor akan berlangsung di Cibubur, awal September. Pondok Pesantren Darul Muhajirin dan Ma’had Tahfizul Quran Bahrusysyifa Lumajang ikut dalam acara ini.
Tagar.co – IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Lumajang audiensi ke pimpinan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Lumajang, Senin (25/8/2025).
Ketua IKPM, Teguh Hidayat Indariyanto SPdI datang bersama Ahmad Fatkhillah, pengasuh Ma’had Tahfizul Quran Bahrusysyifa, dan pimpinan Pondok Pesantren Darul Muhajirin.
Mereka diterima oleh Wakil Ketua Kwarcab Lumajang Bidang Organisasi dan Hukum, Dr. Muchamad Taufiq, SH., MH.
Kedatangan IKPM melaporkan rencana mengikuti Jambore Dunia yang akan digelar di Cibubur, Depok, pada 7-14 September mendatang. Jambore akbar ini menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Gontor.
Teguh Hidayat menyampaikan, kedatangannya untuk silaturahmi dan laporan dua pondok pesantren dari Lumajang ikut dalam jambore internasional tersebut.
”Ini menyangkut utusan Lumajang, kami hadir ke Kwarcab untuk meminta arahan dan wejangan terkait mekanisme pemberangkatan nanti,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, besar harapan pelepasan peserta dapat dilakukan secara resmi dari Pendapa Kabupaten.
”Kalau bisa, dilepas langsung oleh Ketua Kwarcab dan Bupati Lumajang. Tapi tentu kami mohon saran bagaimana mekanismenya,” tegasnya.
Sementara Dr. Muchamad Taufiq mengatakan, setelah menerima audiensi dari kawan-kawan IKPM untuk mengikutkan gugus depan Pondok Pesantren Darul Muhajirin dan Ma’had Tahfizul Quran Bahrusysyifa dalam Jambore Dunia di Bumi Perkemahan Cibubur, Kwarcab Lumajang menyambut baik sekaligus mendukung penuh.
“Ini memberikan kegiatan yang bermanfaat bagi adik-adik melalui kepramukaan,” ucapnya.
Menurutnya, permintaan IKPM terkait pelepasan kontingen oleh Kwarcab Lumajang segera ditindak lanjuti sesuai surat permohonan yang disampaikan.
“Kami juga berharap dengan ikut sertanya adik-adik santri pondok ini dalam jambore dunia bisa lebih membawa nama baik Lumajang,” ujarnya.
Dr. Taufiq menjelaskan, santri yang ikut tingkat penggalang. Dalam kepramukaan, penggalang dimaknai sebagai sebuah permainan yang sarat dengan pendidikan.
”Adik-adik dilatih belajar sambil melakukan perjalanan, dan dalam prosesnya selalu bermuatan romantika sejarah perjuangan bangsa. Pramuka penggalang lahir tahun 1928, beriringan dengan Sumpah Pemuda, sehingga semangatnya mempererat silaturahmi, persatuan, dan kesatuan,” katanya.
Dikatakan, mereka bisa melihat perbedaan antar kawan sebagai kekuatan untuk hal yang lebih besar lagi, yakni membangun bangsa.
Ia menambahkan, yang lebih penting lagi melalui kepramukaan dapat diwujudkan postur peserta didik yang memiliki karakter, ketangguhan religius, kebangsaan, serta mental kewirausahaan di masa depan. “Itulah harapan besar kami melalui Pramuka,” katanya.

Sementara Ahmad Fatkhillah, pengasuh Ma’had Tahfizul Quran Bahrusysyifa, menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pondok Darul Muhajirin untuk latihan bersama yang insyaallah digelar pada Ahad, 31 Agustus, bertempat di Darul Muhajirin.
”Ini kami lakukan agar keakraban anak-anak terjalin dan menyamakan persepsi, supaya utusan Lumajang ini satu visi dan misi, yaitu membawa nama baik Lumajang,” ujarnya.
Koordinasi dengan Pemkab Lumajang juga sudah dilakukan. Rencananya audiensi dengan Bupati Indah Amperawati, M.Si.,dijdwalkan, Jumat, 29 Agustus 2025.
“Kerja keras dan ikhtiar kami lakukan untuk bisa mengantarkan santri-santri terbaik kami mengikuti jamboree ini. Acara ini bisa menjadi modal untuk santri-santri kami di masa yang akan datang. Bismillah, mudah-mudahan Allah meridai perjuangan kita ini,” tuturnya. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












