
Ndeleh susur nang duwur sumur,
Sapa sing gelem syukur uripe bakal makmur
Oleh Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Tidak ada kunci hidup yang lebih menenangkan selain syukur. Dalam keadaan apapun, orang yang bersyukur akan selalu menemukan alasan untuk bahagia. Ia tidak sibuk menghitung apa yang hilang, tapi pandai mensyukuri apa yang ada.
Baca juga: Hidup Berkah, Jalani dengan Niat Lurus dan Semangat Tulus
Syukur bukan hanya soal ucapan. Ia adalah cara hidup. Ia membentuk cara pandang dan menentukan sikap. Dengan syukur, seseorang bisa tetap tenang dalam kesempitan dan tetap rendah hati dalam kelapangan.
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7)
Betapa agungnya janji ini. Bukan hanya sekadar imbalan dunia, tetapi jaminan dari Allah sendiri: nikmat akan ditambah, berkah akan melimpah, selama kita pandai bersyukur.
Tak harus menunggu hidup lapang untuk bersyukur. Justru dalam kesulitanlah syukur paling bermakna. Dan di tengah keheningan malam, salat Tahajud adalah ruang terbaik untuk meresapi syukur itu, lalu memanjatkan doa:
“Ya Allah ya Rabb … Karuniakanlah keberkahan hidup yang sempurna kepada kami, yaitu dapat bersyukur ketika makmur dan dapat sabar ketika sukar. Amin.”
Pagi usai salat Tahajud adalah saat yang pas untuk menyegarkan niat. Mari hidupkan hari dengan semangat, giat, sehat, dan memberi manfaat. Karena syukur bukan sekadar kebiasaan, melainkan jalan menuju kebahagiaan sejati. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












