Feature

Hangatnya Kebersamaan Ramadan: Mahasiswa dan Alumni PBSI FKIP Uhamka Berbuka Puasa Bersama

31
×

Hangatnya Kebersamaan Ramadan: Mahasiswa dan Alumni PBSI FKIP Uhamka Berbuka Puasa Bersama

Sebarkan artikel ini
Sebagian peserta buka bersama dosen, mahasiswa, dan alumni PBSI FKIP Uhamka (Tagar.co/Hendra Apriyadi)

Kebersamaan mahasiswa, dosen, dan alumni PBSI FKIP UHAMKA terasa hangat dalam buka puasa bersama. Momen ini sarat makna: apresiasi, spiritualitas, dan silaturahmi dalam semangat bulan Ramadan.

Tagar.coJumat, 21 Maret 2025 sore, Aula Ahmad Dahlan FKIP Uhamka perlahan dipenuhi oleh wajah-wajah yang akrab: mahasiswa, dosen, dan alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).

Di tengah suasana Ramadan yang syahdu, mereka berkumpul bukan hanya untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga untuk menjalin kembali ikatan kekeluargaan yang telah terjalin dalam ruang-ruang kelas PBSI FKIP Uhamka.

Baca juga: Baitul Arqam Uhamka: Menyatukan Spirit Keilmuan dan Nilai-Nilai Islam

Kegiatan ini bukan sekadar momen makan bersama. Ada makna lebih dalam yang coba dirajut dari pertemuan lintas angkatan tersebut—silaturahmi, penghargaan, dan inspirasi.

Rangkaian acara dimulai dengan kultum Ramadan yang memberikan suntikan semangat spiritual kepada para peserta. Suasana menjadi hening, khidmat. Wajah-wajah muda yang biasanya disibukkan oleh jadwal kuliah kini sejenak merenung, menyimak pesan-pesan tentang pentingnya keikhlasan, ilmu, dan kebersamaan dalam bulan penuh berkah ini.

Baca Juga:  Kisah Nek Tuni dan Pelajaran Empati dari Mahasiswa PGSD Uhamka

Momen yang paling ditunggu pun tiba: PBSI Award, ajang penghargaan tahunan bagi mahasiswa berprestasi. Mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada semester ganjil menerima apresiasi langsung di depan rekan-rekan mereka. Diikuti pula oleh pembagian hadiah Ramadan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang aktif dalam kegiatan akademik dan keagamaan.

Jupri Abdul Rahman, Ketua Program Studi PBSI FKIP Uhamka, hadir memberikan sambutan hangat. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya cinta terhadap dunia pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

“Dengan menjalin silaturahmi serta menguatkan rasa saling mencintai terhadap pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, insyaallah akan ada manfaatnya,” tuturnya penuh keyakinan. Ia juga mengajak para alumni untuk turut serta mendukung pengembangan program studi, termasuk dalam menjaring mahasiswa baru.

Bagi Ahmad Sholeh, alumni PBSI angkatan 2011, kegiatan ini bukan hanya nostalgia, tapi juga ajang membangun jembatan antar generasi. “Acara ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat ikatan silaturahmi antaralumni dan mahasiswa. Semoga bisa terus digiatkan di tahun mendatang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Biologi Uhamka Bedah Kurikulum Cambridge di Bio-Teach Talks

Tak sekadar seremoni, acara ini menjadi ruang yang memperkuat nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan akademik. Di balik hidangan takjil dan lantunan doa berbuka, ada harapan yang dibangun bersama—bahwa komunitas PBSI FKIP Uhamka akan terus tumbuh sebagai keluarga besar yang saling mendukung dan membanggakan.

Buka puasa bersama ini bukan hanya soal berbagi makanan, tetapi berbagi makna. Semangat kebersamaan, penghargaan terhadap prestasi, dan penguatan nilai spiritual menjadi benang merah dalam kegiatan yang diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan penuh keberkahan. (#)

Jurnalis Hendra Apriyadi Penyunting Mohammad Nurfatoni